Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono mendapatkan acungan jempol karena berani menangkap tangan praktik pungli yang dilakukan Kepala BKD Kabupaten Malang Suwandi.
Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono mendapatkan acungan jempol karena berani menangkap tangan praktik pungli yang dilakukan Kepala BKD Kabupaten Malang Suwandi.

Polres Malang Kota langsung menindaklanjuti instruksi Presiden RI Joko Widodo untuk memberantas pungutan liar (pungli) atau pemerasan di lingkungan aparat pemerintahan. Pada Selasa (25/10/2016) malam lalu, sekitar pukul 18.30, polisi telah menangkap tangan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Malang Suwandi.


Dia ditangkap karena melakukan pungli kepada seorang guru di Kalimantan Selatan yang ingin pindah mengajar ke sebuah sekolah di Kabupaten Malang. Berdasarkan keterangan yang ada, guru tersebut telah menyerahkan uang sebanyak tiga kali. Pada penyerahan pertama, guru tersebut telah setor Rp 10 juta, kedua setor Rp 5 juta, dan ketiga akan menyetor Rp 3 juta. 


Pada setoran ketiga inilah, Suwandi ditangkap tangan oleh Polres Malang Kota. Penangkapan tangan terhadap Suwandi dipimpin Kanit Pidsus Polres Malang Kota Ipda Rudy Widajanto. Suwandi ditagkap polisi sesaat setelah menerima uang setoran Rp 3 juta dari korban. "Awalnya guru tersebut ngobrol biasa dengan tersangka (Suwandi) di rumahnya di Jalan Soekarno-Hatta. Kemudian setelah ngomong, diserahkanlah uang terseut. Beberapa saat kemudian, tim polisi masuk dan melakukan penangkapan," ujar salah satu sumber Malang Times.


Selanjutnya, dua ponsel Suwandi diamankan. Kemudian Suwandi dikeler ke kantor BKD Kabupaten Malang. Di kantor BKD, polisi juga menyita beberapa dokumen penting. Dan kabar yang beredar, polisi juga menemukan uang puluhan juta rupiah di kantor Suwandi. 


Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono membenarkan bahwa tersangka (Suwandi) sudah diamankan di Polres Malang Kota. Saat ini proses hukumnya masih dikembangkan dan didalami. Termasuk juga mendalami apakah Suwandi baru pertama kali melakukan pemerasan atau sudah berulang kali. Selain itu, polisi juga akan mendalami apakah Suwandi melakukan tindakan itu atas inisiatif sendiri atau melibatkan pihak lain. 


"Semuanya masih kami dalami. Saat ini penyidik sedang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Apa yang dilakukan Polres Malang Kota merupakan hal yang wajar dan memang harus dilakukan. Kami memang harus membantu orang yang terzalimi," kata Decky melalui ponselnya.
Dia menyatakan, polisi memang mendapatkan laporan adanya pemerasan yang dilakukan oleh oknum pejabat di lingkungan Pemkab Malang. Hanya saja mengenai siapa yang melapor, Decky enggan menjelaskan. Ketika ditanya apakah guru yang dimintai uang oleh Suwandi telah melapor ke polisi, Decky menyatakan, teknis penangkapan sebaiknya ditanyakan langsung kepada anak buahnya yang melakukan penangkapan. 


"Operasi tangkap tangan yang kami lakukan itu merupakan prestasi anak buah saya. Kalau saya tidak berbuat apa-apa kok. Saya berikan apresiasi yang tinggi kepada anak buah saya. Untuk kronologis penangkapannya, silakan tanya kepada anak buah saya. Sebab saya masih di luar kota," terang Decky.


Mengenai perbuatan yang dilakukan Suwandi, Decky mengatakan sudah mengarah kepada pemerasan. "Apa namanya kalau bukan pemerasan, memberikan uang secara terpaksa. Namun, untuk lebih detailnya, mengenai pasal-pasal yang akan dikenakan, tergantung dari hasil penyidikan," jelas pria ramah yang low profile tersebut.


Decky berharap, operasi tangkap tangan yang dilakukan Polres Malang Kota ini bisa membawa kemajuan dalam bidang pelayanan publik seperti yang dicita-citakan Presiden RI Joko Widodo.