Ilustrasi
Ilustrasi

Terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Polda Jatim masih belum bisa menetapkan tersangka terkait kasus pungli.

Sebelumnya, Kasus pungli yang menjerat tiga orang pejabat di lingkungan Pemkot Batu yakni Nugroho Widyanto (alias Yeyen) Kabid Ciptakarya, Fafan Firmansyah (Kasi Bidang Perumahan), dan Muhamad Hafid (Kasi Ciptakarya) Sabtu (26/8/2017) lalu, Polda Jatim masih berusaha terus menuntaskan kasus OTT.

“Saat ini kami sudah mengantongi siapa tersangkanya. Tapi, kami masih butuh saksi untuk menguatkan kasus ini,” ungkap Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Selasa (19/9/2017).

Menurutnya, untuk menguatkan dan menaikkan status pejabat di lingkungan menjadi tersangka perlu tiga orang saksi. Ya, jika ada tiga orang lagi ini nantinya yang akan menguatkan bahwa satu di antara tiga pejabat itu menjadi tersangka. 

Selain itu, Barung sudah mengirimkan surat panggilan kepada terduga pelaku pungli, yakni Yeyen. Hanya saja, dalam panggilan tersebut Yeyen tidak pernah hadir.

"Panggilan pertama tidak hadir. Karena itu kami panggil lagi," katanya saat dihubungi melalui telepon.

Hingga saat ini, ketika BatuTIMES mengunjungi ruangannya di Balai Kota Among Tani ia tidak pernah di tempat. Saat bertanya kepada staf di ruangan tersebut mengaku tidak mengakui keberadaannya.

Sementara itu, belum juga kasus OTT ini menemui titik terang, tiga pejabat di lingkungan Kota Batu Kamis (24/8/217) lalu juga diamankan dalam OTT oleh Satgas Saber Pungli Pusat dalam kasus lain. Yakni terkait dugaan pungutan terhadap pelaksana proyek atau kontraktor.