Tersangka saat diamankan di Mapolsek Kota Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Tersangka saat diamankan di Mapolsek Kota Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

 Tak patut ditiru apa yang dilakukan seorang bapak di Tulungagung ini untuk mendidik anak. Bukan memberikan contoh yang benar, Budi Nur Susetyo (47) warga Kelurahan Kampungdalem Kecamatan Tulungagung, justru mengajak anaknya AD (10 tahun) melakukan aksi pencurian di beberapa SPBU.

“Tersangka kita tangkap bersama dengan anaknya. Namun karena masih di bawah umur anaknya dikenakan proses diversi atau menjalani proses hukum di luar peradilan,” ujar Kapolres AKBP Eva Guna Pandia melalui Ipda Anwari, Paur Humas Polres Tulungagung, Jumat (25/10) siang. 

Anwari menjelaskan, terbongkarnya kasus ini bermula dari adanya laporan kehilangan dari pengelola SPBU di Kelurahan Botoran pada bulan Maret yang lalu. Dari petunjuk rekaman CCTV kemudian polisi menganalisa tersangka pelaku pencurian. Tersangka ini ditangkap saat petugas reskrim melihat ciri-ciri yang identik dengan pelaku, tengah melintas di jalan raya.

“Diamankan di jalan raya, saat itu anggota curiga kemudian tersangka dimintai keterangan. Meski awalnya menolak namun tersangka tidak bisa mengelak saat ditunjukkan beberapa bukti,” ungkapnya. 

Budi mengakui telah melakukan aksinya di 3 SPBU bersama anaknya. SPBU tersebut di antaranya SPBU Botoran, SPBU Dr Soetomo dan SPBU Lembu Peteng. Total uang yang dikumpulkan dari ketiga lokasi tersebut  mencapai Rp 23,3 juta.

Budi yang mengajak anaknya itu saat beraksi berpura-pura membeli bahan bakar. Saat petugas lengah dirinya menyuruh AD untuk mengambil uang di dalam laci kemudian pergi meninggalkan lokasi. “Ini masih kita dalami, untuk pasal dan potensi adanya pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus ini,” pungkas Anwari.

Selain menahan Budi, polisi juga membawa barang bukti berupa sepeda motor yang digunakan saat beraksi, helm, jaket dan TV 21 Inch untuk diamankan.