Ilustrasi pengukur suhu udara. (Foto: istimewa)
Ilustrasi pengukur suhu udara. (Foto: istimewa)

Bukan hanya Indonesia yang mengalami kenaikan suhu udara sehingga menjadi lebih panas.  Berbagai negara lain juga seperti itu.

Bahkan, sejumlah negara dilanda suhu udara yang lebih panas dibandingkan Indonesia.  Qatar, misalnya, memiliki suhu udara mencapai 46 derajat celcius.

Namun ada beberapa cara yang dilakukan sejumlah negara untuk mengurangi suhu yang panas itu. Misalnya, jika biasanya air conditioner (AC) dilasang di dalam ruangan, kali ini berbeda. Beberapa negara  memasang AC di luar ruangan. Banyak juga negara yang  mengecat trotoar untuk mengurangi suhu panas.

Di Qatar, warganya memasang AC di luar ruangan. Pemasangan itu dengan meletakkan mesin pendingin raksasa di sepanjang jalanan. Selain itu, pusat belanja outdoor juga dipasangi AC supaya dingin.

Khusus di  Kota Doha, di Jalan Abdullah Bin Jassim diterapkan cara yang berbeda. Yakni dengan mengecat jalan itu menjadi biru di hamparan jalan dan menggunakan lapisan biru setebal 1 mm dengan pigmen pemantul panas khusus.

Aspal warna biru juga berisi mikrosfer keramik berongga yang dirancang untuk memantulkan radiasi inframerah. Warna biru itu  diyakini bisa menurunkan suhu menjadi 35 derajat celcius. Itu lantaran warna gelap dapat menyerap panas matahari, sementara warna cerah akan merefleksikannya.

 Kota-kota lain di seluruh dunia juga telah melakukan percobaan serupa untuk menghadapi panas yang ekstrem. 

Los Angeles, Amerika Serikat,  juga mengecat jalan-jalannya. Los Angeles memilih warna putih keabu-abuan sehingga bisa lebih dingin  sekitar 5 derajat celcius daripada aspal hitam.