Tangkapan layar akun Twitter Wamen Agama Zainut Tauhid yang kini digembok (@zainuttauhid)
Tangkapan layar akun Twitter Wamen Agama Zainut Tauhid yang kini digembok (@zainuttauhid)

Jagat maya kembali dihebohkan dengan adanya peristiwa terkait pemberian like (suka) dari akun Wakil Menteri (Wamen) Agama, Zainut Tauhid terhadap konten pornografi, yakni akun twitter Pornhub Cams. Sontak saja, hal itupun jadi bahan pembicaraan ramai di media sosial. Pasalnya, aktivitas Zainut yang baru beberapa hari dilantik dan menjabat sebagai Wamen Agama itu, mencederai masyarakat Indonesia.

Hal ini pula yang membuat Zainut pun melakukan klarifikasi kepada berbagai media, Minggu (27/10/2019). Walaupun kini akun sang Wamen Agama ini digembok, serta konten pornografi  sudah dihapus, namun screenshot atau tangkapan layarnya telanjur beredar luas. "Menginformasikan bahwa akun Twitter saya diretas orang yang tak bertanggungjawab dengan nebyisipkan konten pornografi," ucap Zainut.

Dirinya juga menegaskan, tak pernah me-like konten porno di Twitter. Bahkan, ramainya perbincangan terkait akunnya yang retas itu, baru diketahui setelah admin melaporkan adanya perihal tersebut. "Akun Twitter saya dikelola tim media. Sehingga saya mengetahui ada peristiwa itu setelah admin melaporkan bahwa ada seseorang yang mengendalikan akun Twitter tersebut tanpa ijin (meng-hacked), karena Twitter bisa dibuka dari device mana saja," urai Zainut.

Dengan kondisi itulah, tim media Zainut pun melaporkan peretasan itu kepada kepolisian. Zainut pun menyatakan permohonan maafnya atas peristiwa peretasan akunnya yang membuat masyarakat tak nyaman.  "Saya memohon maaf apabila ada ketidaknyamanan atas terjadinya peristiwa ini," ujarnya.

Dari penelusuran MalangTimes, akun @zainuttauhid kini digembok. Sedangkan untuk akun pornografinya yang dari beberapa tayangan layar tangkap oleh media, terhubung kepada akun @PornHubCams yang merupakan akun dari gurita industri film seks ternama dunia.

Sedangkan akun Instagram Wamen Agama yang didaftarkan ke Komunikonten yang berisi seluruh akun medsos menteri, Wamen dan kementerian pun tak terdeteksi.