Seller dan buyer saat bertransaksi di Batu Smart Tourism, Selasa (29/10/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Seller dan buyer saat bertransaksi di Batu Smart Tourism, Selasa (29/10/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Dinas Pariwisata Kota Batu punya cara tersendiri agar jumlah kunjungannya mencapai target 6 juta wisatawan di tahun 2019 ini, yakni dengan menggelar Batu Super Mart (Smart) Tourism 2019 di EL Royal Kota Batu, 28-30 Oktober 2019. 

Ya dari sini lah kesempatan Dinas Pariwisata mengenalkan wisata kepada pelaku usaha di bidang pariwisata dari seluruh Indonesia di Kota Batu. 

Mereka yang hadir bukan hanya dari Indonesia, tapi juga luar negeri seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand. Seperti halnya pada moment 'go green tabel top' yang berlangsung Selasa (29/10/2019) di EL Royal Kota Batu. 

Di sana merupakan moment dimana para buyer dan seluler bertemu juga bertukar informasi. 50 seller yang dihadirkan itu dari seluruh Kota Batu. Antara lain Taman Rekreasi Selecta, Wisata Petik Apel Mandiri, Istana Oleh-oleh Brawijaya, Singhasari Resort, PHRI Kota Batu, Apache Camp Coban Talun, Himpunan Pramuwisma Indonesia Kota Batu. 

Ada juga AR 4wd adventure, Klub Bunga, JTP Group, Erick Catering, wisata desa meliputi Pemdes Oro-oro Ombo Kampoeng Wisata De Berran, Lumbung Stroberi Pandanrejo. Lalu Kaliwatu Rafting, Visit Bumiaji yang meliputi wisata Desa Bumiaji dengan menyajikan wisata alam dan edukasi, paket wisata Desa Torongrejo.

"Para seller ini ada yang dari desa wisata, wisata alam dan buatan, oleh-oleh, penginapan dan sebagainya. Di sini mereka bertemu bertukar informasi," kata Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono. 


Buyer berasal dari jasa paket wisata di beberapa daerah seperti Jakarta, Manado, Makassar, Bangka Belitung, Lampung. Untuk buyer dari luar negeri meliputi Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan sebagainya. 

Bukan hanya itu saja, para buyer itu juga diajak untuk fam trip di Wisata Lumbung Stroberi, wisata petik apel Tulungrejo, juga dihibur dengan drama musikal. Imam mengatakan, kegiatan ini merupakan cara untuk meningkatkan jumlah pengunjung di Kota Batu. 

"Lewat Batu Smart Tourism ini cara kita mengajak para pelaku di bidang pariwisata seluruh Indonesia hingga luar negeri supaya tahu potensi wisata apa saja yang bisa dikunjungi di Kota Batu," ungkap Imam. 

"Lalu juga sangat penting untuk mempertemukan buyer dengan seller secara langsung. Supaya nanti bisa ditindaklanjuti kemudian buyer dari beragam daerah ini bisa membawa wisatawannya ke sini," imbuhnya. 

Ia pun berharap melalui event ini bisa meningkatkan jumlah kunjungan di Kota Batu. "Wisatawan mancanegera bisa tertarik untuk datang ke sini itu harapan, smsoga bisa melebihi target kita," harap pria yang juga staf ahli.