Kasatlantas Polres Tebing Tinggi AKP S. Siagiaan ketika mengunjungi pasien di rumah sakit.
Kasatlantas Polres Tebing Tinggi AKP S. Siagiaan ketika mengunjungi pasien di rumah sakit.

Polres Tebing Tinggi, Polda Sumatera Utara, jadi korban hoax netizen. Akun medsos yang melempar isu tidak bertanggung jawab itu menggunakan nama Buenda Farell.

Buenda Farell menuliskan, karena polisi menghentikan mobil ambulans, pasien terlambat mendapatkan pertolongan dan meninggal dalam perjalanan. "Pak polisi andaikan keluarga bapak yang mengalami ini apa yang anda lakukan pak," tulisnya sembari membuat captions menangis serta membagikan potongan video.

Menanggapi tulisan netizen tersebut, Kapolres Tebing Tinggi AKBP Sunadi menyatakan pasien  di dalam ambulans masih hidup. "Netizen itu membuat berita hoax," ujar mantan kaden Brimob Ampeldento, Malang, itu kepada JatimTIMES. 

AKBP Sunadi kemudian membagikan sebuah foto serta video. Dalam foto dan video itu, tampak Kasatlantas Polres Tebing Tinggi AKP S. Siagiaan menjenguk pasien yang sebelumnya menumpang ambulans itu. 

"Kami pastikan pasien dalam ambulans masih sehat, namun dalam keadaan sakit stroke. Dan saat ini tengah dalam perawatan," kata AKP Siagian dalam video tersebut.

 

 

Sebelumnya, polisi bernama Brigadir Urat M. Pasaribu sempat bersitegang dengan sopir ambulans bernama Zulpan. Gara-garanya, Zulpan menghidupkan sirine ambulans ketika terjadi kemacetan di simpang empat Jl Tendean, Tebing Tinggi. Saat itu, Urat tengah mengatur lalu lintas.

Menurut Sunadi, Urat sudah diperiksa dan ditangani  bagian propam polres. "Dinonaktifkan dari fungsi satlantas di bawah pembinaan seksi lropam. Dan diperiksa terkait tindakannya di lapangan apakah memenuhi unsur pelanggaran," ucapnya.

Sunadi juga kemudian memberikan peringatan kepada anggotanya di lapangan agar lebih sabar lagi saat menghadapi masyarakat. "Jika menghadapi pengguna jalan yang sedang emosi, lebih baik diam dan sabar," ucap dia.

Sebelumnya, viral video oknum polisi anggota Satlantas Polres Tebing Tinggi, Sumatera Utara, yang menghentikan  ambulans pengangkut pasien terjadi di simpang  empat Jalan Tendean, Tebing Tinggi, pada 2 November 2019. Namun, kasus itu sudah berakhir damai. Urat maupun Zulpan sudah bertemu dan saling minta maaf. Kapolres Sunadi juga mengatakan insiden tersebut karena salah paham saja.