Layar tangkap dari video bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Rabu (13/11) pagi (Ist)
Layar tangkap dari video bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Rabu (13/11) pagi (Ist)

Bom bunuh diri kembali mengguncang Indonesia. Kini giliran Polrestabes Medan, Sumatera Utara, yang menjadi sasaran pelaku berinisial RMN (24) yang merupakan seorang mahasiswa/pelajar asal Medan. Dimana, pelaku bom bunuh diri ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan di lokasi.

Peristiwa bom bunuh diri di Polrestabes Medan ini tentunya kembali mengguncang masyarakat Indonesia. Di mana, peristiwa persoalan radikalisme sedang begitu panasnya diperbincangkan dan masyarakat pun terbelah dua. 

Ada yang menganggap faham radikalisme hanyalah pengalihan isu belaka dari kondisi pemerintah saat ini. Sisi lainnya mendukung penuh berbagai tindakan pemerintah untuk melawan paham radikalisme yang merongrong kesatuan dan persatuan bangsa dan negara.

Perbedaan pendapat itu pun terjadi di dunia maya melalui berbagai platform media sosial. 

Terkait kasus bom bunuh diri di Polrestabes Medan yang terjadi Rabu (13/11/2019) pagi, warganet pun langsung bereaksi keras atas persitiwa yang membuat empat orang menjadi korban luka-luka dan sejumlah kendaraan yang terparkir rusak ringan.

Tagar #BodohnyaAksiTeror pun memuncaki trending topik Twitter hari ini. Dimana tercatat sudah ada 14,8 ribu cuitan warganet yang mengutuk aksi teror mlalui bom bunuh diri. 
Warganet beramai-ramai melawan berbagai aksi biadab yang tak satu pun agama di dunia membenarkannya, melalui tagar tersebut.

@antakara_86 menuliskan, "Aksi kebodohan pagi ini di MAPOLRESTA MEDAN. Yang berhak untuk menghakimi dan mengambil nyawa seseorang  adalah Tuhan Sang Pencipta," ucapnya, Rabu (13/11/2019).

Warganet lain pun menyampaikan, bahwa teror bom wajib terus ditelusuri dan diringkus jaringan atau kepala-kepala yang merancang berbagai tindakan itu. 

"Polri yg paling sering diserang & jd korban. Negaranya dibuatnya ga aman. Percuma jk selama ini hny pelaku yg ditangkap jika yg menyebabkn mereka benci kpd polri & negara ini dibiarkan. Orang ini cuma salah satu, masih byk yg lain," cuit @CH_chotimah.

Dugaan dari warganet pun bermunculan dalam menyikapi bom bunuh diri di Polrestabes Medan itu. Dimana menurut salah satu akun @Zulkarnaini bahwa para pelaku teror di Indonesia, adalah para pemain lama dari kelompok Islam garis keras pro khilafah/ISIS. 

"#BodohnyaAksiTeror. Mulai dari Bom Bali I, Bom Bali II, Bom Sarinah, Penusukan terhadap Wiranto di Banten, Pelakunya ya mereka2 juga (dari kelompok islam garis keras pro khilafah/ISIS). Saya bukan anti islam ya.. Karena Islam saya tidak radikal," tulisnya tegas.

Imbauan yang ramai disampaikan warganet pun menggema terhadap bodohnya aksi teror itu. Dimana masyarakat dunia maya menggaungkan kalimat "jangan takut pada teror, bersatu lawan terorisme,".

Seperti dicuitkan oleh warganet @Kesit_ yang menuliskan, "katakan KITA TIDAK TAKUT pada tiap aksi terorisme di Indonesia..#BodohnyaAksiTeror," ujarnya yang diikuti oleh @yusuf_dumdum pun menegaskan, "Buat saudaraku dan seluruh rakyat Indonesia, jangan mau dibodohi dan dihasut oleh para teroris bertopeng agama untuk lakukan aksi teror dengan iming-iming Jihad dan masuk Surga. Berbuat baik kpd keluarga dan sesama manusia juga sudah jihad. InsyaAllah. #BodohnyaAksiTeror," cuitnya.

Selain mengusung bodohnya aksi teror, warganet lainnya juga mengimbau agar masyarakat tak terpancing untuk menyebarkan video dan foto yang akan membuat para teroris semakin merasa "menang". Dikarenakan aksi kejamnya di-blow up besar-besaran di berbagai media.

@kangdede78 : "Tiati deh yg nyebarin foto, video pelaku bom bunuh diri di Porestabes Medan......pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah," cuitnya.

Hal itu dipertegas oleh @RizmaWidiono, "Stop share.!!! Foto korban dan pelaku teroris di Polrestabes Medan, Rabu (13/11). Jangan sampai kita membantu teroris dengan aksi mereka. #BodohnyaAksiTeror," tulisnya.