Tersangka MN (tengah) saat sesi rilis terkait aksi pencabulan terhadap anak kandung (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Tersangka MN (tengah) saat sesi rilis terkait aksi pencabulan terhadap anak kandung (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Aksi pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Kali ini giliran MN (inisial) warga Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang yang diringkus petugas UPPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Malang, lantaran tega mencabuli putri kandungnya sendiri.

”Aksi pencabulan tersangka terhadap putri kandungnya ini, terjadi selama 2 tahun. Tepatnya sejak tahun 2017 hingga bulan November 2019,” kata Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, saat ditemui awak media di sela agenda rilis, Rabu (13/1/2019) sore.

Parahnya lagi, lanjut Andaru, aksi tidak senonoh itu dilakukan tersangka saat korban yang sebut saja namanya Bunga (bukan nama sebenarnya) ini, sedang tertidur di samping ibunya.

”Tempat tinggal tersangka memang hanya ada satu ruangan, di rumah itulah yang selama ini menjadi tempat beristirahat sekaligus beraktivitas bagi tersangka, istri, dan anaknya (korban),” terang Andaru.

Berdasarkan hasil penyidikan pihak kepolisian, aksi pencabulan itu biasanya dilakukan tersangka saat seluruh anggota keluarganya sudah tertidur pulas. Ketika situasi sedang sepi itulah, MN mencabuli putrinya meski sedang tidur di samping ibu kandungnya.

”Aksi pencabulan ini dilakukan tersangka dengan cara mengerayangi organ vital korban. Mulai dari (maaf) payudara hingga kemaluan korban sering digerayangi dan dijilat oleh tersangka. Bahkan jari pelaku juga pernah dimasukkan ke dalam kemaluan korban,” ungkap Andaru yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Gresik ini.

Pihaknya menjelaskan, selama ini korban terpaksa hanya bisa pasrah saat dicabuli ayah kandungnya lantaran tersangka dikenal sebagai sosok yang tempramental. Selain sering berbuat kasar kepada istrinya, korban juga pernah dimarahi hingga dianiaya oleh MN.

”Dari pengakuan tersangka, aksi pencabulan itu dilakukannya hanya demi mengetes titik rangsangan korban,” sambung perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini.

Setelah dilakukan pendalaman dari keterangan beberapa saksi, polisi menyimpulkan jika pengakuan tersangka terkait aksi pencabulannya yang diakuinya hanya karena ingin mengetahui daya rangsang sang anak itu, hanyalah dalih semata. Sebab penyidik berhasil membuktikan jika tersangka MN ternyata pernah nekat hendak menyetubuhu korban yang masih berusia 16 tahun tersebut.

”Berdasarkan keterangan korban, tersangka pernah melepas celananya dan hendak menyetubuhinya. Namun diduga karena gagal ereksi, aksinya terpaksa tidak dilanjutkan oleh tersangka,” jelas Andaru.

Dua tahun setelah sering digagahi sang ayah, Bunga akhirnya memberanikan diri untuk menceritakan kisah memilukan yang dialaminya kepada ibu kandungnya. Merasa tidak terima, sang ibu memilih melaporkan kejadian ini ke perangkat desa setempat sebelum akhirnya dilanjutkan ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan, petugas UPPA Satreskrim Polres Malang dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penggerebekan. Saat diamankan petugas di rumahnya yang berlokasi di Kecamatan Gedangan, Selasa (5/11/2019). Tersangka MN hanya bisa pasrah dan mengakui semua perbuatannya.

”Kasusnya masih dalam tahap pendalaman, penyidik masih menghimpun keterangan beberapa saksi serta korban yang bersangkutan. Selain itu pakaian korban juga kami sita guna kepentingan penyidikan,” imbuh Andaru.

Akibat perbuatan tidak bermoral itulah, pria 39 tahun itu dijerat petugas kepolisian dengan dugaan kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur. Yakni sesuai dengan ketentuan pasal 82 juncto 76 E Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

”Sesuai pasal yang kami jerat terhadap tersangka, MN terancam maksimal 20 tahun kurungan penjara. Sebab sesuai ketentuan yang berlaku, jika tersangka pencabulan merupakan orang tua kandung maka masa hukumannya akan dinaikkan 1/3. Dari yang semula maksimal 15 tahun, menjadi maksimal 20 tahun kurungan penjara,” pungkasnya.