Ilustrasi ibu hamil (Foto : istimewa)
Ilustrasi ibu hamil (Foto : istimewa)

Permasalahan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kota Malang masih krusial. Dari catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang untuk tahun 2019 hingga bulan November ini telah ditemukan setidaknya 7 kasus.

Meski jumlah tersebut untuk target tahun ini berkurang, namun hal itu cukup menjadi perhatian khusus bidang kesehatan. Apalagi, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menginginkan AKI bisa ditekan hingga zero (nol).

"Memang kami inginnya zero, tapi di tahun 2019 ini targetnya kita itu 10. Sekarang akumulasi AKI ada 7 itu, diambil dari tidak hanya yang tinggal di Kota Malang saja. Yang warga Kabupaten, warga dari Batu tapi berobatnya ke Kota Malang ya masuknya ke data kita," ujar Wali Kota Malang, Sutiaji saat mengadakan Audiensi bersama Dinkes dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Malang belum lama ini. 

Upaya penekanan angka tersebut juga digencarkan oleh Dinkes Kota Malang, baik melalui pelayanan kesehatan hingga melibatkan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Malang.

Ia menjelaskan, jika hal itu tetap menjadi perhatian karenanya salah satu upaya yang digaungkan yakni dengan mengedepankan pelayanan bagi kesehatan ibu dan bayi melalui program Posyandu, dan layanan kesehatan di masyarakat.

"Melalui IBI karena mereka langsung bersentuhan dengan ibu-ibu, baik itu melalui posyandu atau yang lainnya, yang di sana ada ibu dan anak. Supaya tingkat kematian terjaga dan bisa ditekan. Kemudian angka stunting dan hipotiroid juga kita harapkan turun," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua IBI Kota Malang, Lucia Reyne Rieke Ngantung menyatakan upaya menekan AKI tersebut selama ini terus digalakkan dengan melibatkan lintas sektor dengan melibatkan Dinkes Kota Malang. Sehingga keterampilan dalam pelayanan kesehatan juga meningkat.

"Banyak hal, kalau mutu pelayanan kami selalu meningkatkan keterampilan anggota. Tentu dengan bersinergi dengan Dinkes Kota Malang, kemudian ada lintas sektor. Yang pasti kita tidak berdiri sendiri dalam menekan angka penurunan AKI. Mudah-mudahan hingga akhir Desember 2019 nanti sudah tidak ada lagi," jelasnya.