(dari kiri) Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander SIK, MH,  Pelaku pengancaman penyebaran video(tengah) dan Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
(dari kiri) Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander SIK, MH, Pelaku pengancaman penyebaran video(tengah) dan Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

Kelakuan Ammar Rakha Rizki (22), warga Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah ini sungguh keterlaluan. Tega-teganya mahasiswa ini  mengancam pacarnya bakal menyebarkan video asusila dengan sang pacar yang sebelumnya telah direkam secara sembunyi-sembunyi.

Ancaman tersebut dilakukan pelaku setelah pacar pelaku, yakni DR (22) yang juga warga Wonogiri, ingin putus dari pelaku. Karena pelaku enggan putus dengan korban, selanjutnya pelaku mengancam akan menyebarkan video tersebut.

Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander, SIK, MH, membenarkan perihal kasus tersebut. Dalam rilis yang digelar (22/11/2019), pihaknya menjelaskan, jika 
selain karena tidak ingin diputus, pelaku juga mengancam korban menyebarkan video asusilanya jika menolak diajak kembali berhubungan badan oleh pelaku.

"Jadi setiap diajak berhubungan badan, jika korban tidak mau (menolak hubungan badan) tersangka selalu diancam videonya akan disebarkan oleh pelaku. Ada 14 video berdurasi dua sampai lima menit yang ditemukan,"jelasnya. 

Video hubungan badan dengan korban pertama kali diambil saat itu hubungan keduanya masih harmonis. Pelaku saat itu merekam moment hubungan badan dengan pacarnya secara sembunyi-sembunyi. Dari video pertama tersebut, kemudian digunakan pelaku untuk mengancam korban.

"Setelah merekam, pelaku kemudian memindahkan file video ke beberapa hp dan flashdisk. Memang belum disebar, namun sudah dipindah. Di sinilah kami kenakan UU Pornografi karena telah memindahkan data. Selain itu, kami juga menemukan percakapan Whatsapp di mana berisi pesan bernada ancaman," bebernya. 

Dari ancaman-ancaman tersebut, korban yang merasa dirugikan, dilecehkan dan terganggu dengan ulah pelaku, akhirnya melaporkan pelaku ke Polres Malang Kota pada tanggal 21 November 2019. Pelaku kemudian bisa diamankan petugas di tempat kosnya di kawasan Lowokwaru.

Dari tangan pelaku diamankan dua buah hp dan juga satu buah flasdisk berisi video asusila yang digunakan untuk mengancam korban.

"Pelaku dikenakan pasal Pasal 29 UU 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman minimal 6 bulan dan maksimal 12 tahun penjara," pungkasnya.