Kapolres Malang Kota, saat menunjukan kunci gembok yang berhasil dirusak maling (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kapolres Malang Kota, saat menunjukan kunci gembok yang berhasil dirusak maling (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Seiring berkembangnya teknologi, pelaku kejahatan pun makin pandai mencari celah. Misalnya dalam merusak gembok pengaman. Pelaku pencurian saat ini, semakin jago merusak alat-alat pengaman rumah seperti kunci pintu maupun gembok konvensional.

Seperti halnya yang dilakukan pelaku pencurian motor berinisial S (26) warga Tempuran, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan ini. Ia berhasil membuka gembok besar pagar pintu rumah dikawasan Jalan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada 11 November 2019, sekitar pukul 04.00 WIB.

Pelaku dengan mudah merusak kunci gembok besi besar tersebut dengan kunci T besar. Tak butuh waktu lama, pelaku membuka gembok tersebut hanya dalam beberapa menit saja. Setelah gerbang terbuka, pelaku leluasa masuk dan menggasak motor pemilik rumah.

"Gembok oleh pelaku dirusak paksa dengan kunci T besar, makanya bisa rusak dengan mudah," ungkap Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander SIK, MH.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk memakai pengaman ganda. Hal tersebut, paling tidak akan menyulitkan pelaku dalam beraksi. Dia menegaskan, jika alat pengaman yang dipakai harus yang memang Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Masyarakat pakai kunci lebih dari satu, dan tentunya yang SNI," tandasnya

Nah bicara kunci gembok yang aman, berikut ini terdapat beberapa jenis pengaman yang cukup kuat dan bisa untuk coba dipakai di rumah atau kantor.

Yang pertama, yakni gembok pengunci lurus. Jika biasanya gembok konvensional dengan pengunci melengkung mudah dirusak, nampaknya gembok dengan model pengunci lurus bisa dijadikan alternatif alat pengaman.

Sebab, model gembok tersebut jauh lebih kuat untuk digunakan mengunci pintu-pintu besi, peti kemas maupun brankas. Dengan model pengunci lurus dan kecil, meminimalkan kesempatan pengrusakan.

Kemudian adalagi gembok yang bisa dipilih sebagai alat pengaman. Gembok tersebut yakni gembok bersandi. Meskipun model gembok sama seperti halnya gembok konvensional, gembok tersebut tak menggunakan kunci. Melainkan, menggunakan deretan angka sebagai sandi pembuka gembok.

Sehingga, gembok ini jauh lebih aman digunakan karena tak bisa dirusak dengan kunci T dan hanya orang-orang yang mengetahui kode yang bisa membukanya.

Selanjutnya adalah, gembok kombinasi sandi dan kunci. Gembok ini memiliki dua alternatif penguncian. Yakni membuka dengan kunci maupun membuka dengan sandi angka. Sehingga, misalnya kami lupa sandi angka pembuka gembok, maka masih bisa membukanya dengan kunci, begitupun sebaliknya. 

Meskipun terdapat lubang kunci, tetapi jangan khawatir, lubang kunci ini didesain berbentuk lingkaran dengan kode khusus. Sehingga, aman dari orang yang ingin merusak gembok tersebut.