Suasana Sosialisasi Penetapan UMK tahun 2020 Kota Batu di Aston Inn, Selasa (26/11/2019).
Suasana Sosialisasi Penetapan UMK tahun 2020 Kota Batu di Aston Inn, Selasa (26/11/2019).

BATUTIMES - Provinsi Jawa Timur (Jatim) telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Kota Batu yang naik 7,9 persen dibanding tahun ini. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menegaskan bahwa perusahaan yang tak menerapkan kenaikan tersebut bakal dikenai sanksi. 

Hal tersebut ditegaskan oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kota Batu saat kegiatan sosialisasi di Aston Inn Hotel, Selasa (26/11/2019).

Sosialisasi itu diberikan kepada 331 perusahaan di Kota Batu. DPMPTSPK menerangkan, kenaikan UMK Kota Batu naik Rp 219.184 ribu. Dari  Rp 2.575.616 pada 2019 ini, tahun 2020 naik menjadi Rp 2.794.800.

Kepala DPMPTSPTK Kota Batu Bambang Kuncoro mengatakan, sosialisasi ini diberikan agar perusahaan menyadari akan kenaikan tersebut. Sekaligus sebagai bentuk upaya Pemkot Batu untuk memberikan kesejahteraan bagi pekerja, khususnya di Kota Batu.

“Semakin cepat memang semakin baik untuk memberikan sosialisasi ini. Agar perusahaan membayarnya sesuai dengan UMK yang sudah diterapkan,” ucap Bambang.

Bambang menegaskan, perusahaan akan diberikan sanksi administratif bahkan hingga ranah pidana jika tidak menerapkan gaji sesuai dengan UMK. 

Selain dilakukan  sosialisasi, nantinya juga akan dilakukan inspeksi oleh Dewan Pengawas bersama Dewan Pengupahan. Hal tersebut agar perusahaan benar-benar menerapkan UMK sesuai dengan yang ditentukan. “Rencananya sidak akan kami lakukan pada bulan Februari hingga Maret 2020 mendatang,” jelasnya.

Hanya saja, perusahaan juga memiliki hak melakukan penangguhan jika tidak mampu membayar hak gaji pegawai sesuai dengan UMK yang telah ditetapkan. Jika melakukan penangguhan, perusahaan itu harus mengirim surat penangguhan ke DPMPTSPTK Kota Batu.