Ilustrasi penyembelihan ayam. (Foto: istimewa)
Ilustrasi penyembelihan ayam. (Foto: istimewa)

Guna menggenjot pengembangan dan perluasan industri produk halal, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan menggalakkan training Juleha atau Juru Penyembelih Halal.

Hal ini disampaikannya dalam International Halal Festival, International Halal & Thayyib Conference 2019: Toward a Halal and Thayyib World: Strategies for New Halal Landscape di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB), Rabu (27/11/2019).

"Yang kita lakukan adalah training Juleha atau Juru Penyembelih Halal. Juru penyembelih halal tidak sekadar di RPH-RPH (Rumah Pemotongan Hewan), tapi juga di pasar-pasar tradisional," katanya.

Dalam International Halal Festival tersebut turut hadir juga Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin.

Kepada Ma'ruf ia mengaku banyak menemukan proses penyembelihan ayam yang tidak sesuai dengan norma agama. Karena itu dikhawatirkan daging ayam yang dihasilkan menjadi tidak halal.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukannya, Khofifah menemukan proses penyembelihan yang tidak sempurna. Ayam hanya digores pada lehernya, kemudian disiram dengan air panas.

"Jadi Pak Wapres, sangat banyak di pasar-pasar tradisional, sepertinya kita makan daging yang halal karena itu daging ayam, tapi proses penyembelihannya hanya formalitas. Jadi sekadar digores lehernya, kemudian disiram air panas, matilah ayam. Tapi posisinya yang disembelih adalah bangkai," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu juga mengungkapkan bahwa ia akan menerbitkan dua pasar halal di Kota Malang dan Sidoarjo. 

"Di Jawa Timur ini kami sedang melakukan uji coba di 2 pasar. Di Kota Malang, kita ingin itu menjadi pasar halal. Kalau nanti selesai kita ingin pindah uji cobanya pasar halal di Sidoarjo," ungkapnya.

Nah, untuk memperkuat produk halal ini, Khofifah juga berharap Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Airlangga (UNAIR) dapat bersinergi untuk menjadi pionir produsen produk halal.

Khofifah mencontohkan seperti pengembangan rumah sakit pendidikan halal, dan obat kapsul halal yang terbuat dari rumput laut.

"Kami berterima kasih kepada UB telah melakukan berbagai ikhtiar dan kami mohon nanti akan bersinergi dengan UNAIR. Antara lain untuk rumah sakit pendidikan halal, juga ada cangkang kapsul yang halal dari rumput laut yang diproduksi oleh UNAIR," katanya.

"Maka sinergitas antara UB dan UNAIR akan menjadi pionir bagaimana negeri yang mayoritas penduduknya Islam ini juga menyiapkan produk-produk yang halal," pungkasnya.