Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Didik Budi Muljono (tengah) beserta rombongan pejabat pemerintahan Kabupaten Malang saat mengunjungi salah satu produk UMKM
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Didik Budi Muljono (tengah) beserta rombongan pejabat pemerintahan Kabupaten Malang saat mengunjungi salah satu produk UMKM

Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) Kabupaten Malang terus berupaya membuka pasar yang lebih luas bagi para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di wilayah tersebut. Melalui marketplace yang baru saja di-launching, para pelaku UMKM  kini tak perlu khawatir lagi jika ingin memasarkan produk pada konsumen.

Plt Kepala Diskominfo Kabupaten Malang, Ferry Hari Agung, menjelaskan jika konsep marketplace ini dapat diakses melalui aplikasi pada smartphone android, maupun diakses melalui situs website.

”Bagi pelaku UMKM yang ingin mengakses melalui android, dapat mengunduh aplikasi MalangKab UMKM di Playstore. Sedangkan di situs website-nya, dapat diakses melalui alamat www.marketplace.malangkab.go.id,” kata Ferry.

Menurutnya, pada era yang serba digitalisasi ini membuat ketersediaan dan kemudahan akses informasi bagi pelaku UMKM menjadi semudah menjentikkan jari. ”Melalui program marketplace yang dapat diakses melalui aplikasi dan website ini, proses transaksi jual beli dari produk UMKM dapat dilakukan secara online. Sebab konsep yang ditawarkan sebenarnya mirip seperti pasar tradisional, hanya saja dilangsungkan secara digital,” jelas Ferry.

Jika melihat potensi yang ada saat ini, lanjut Ferry, UMKM yang ada di Kabupaten Malang sudah semakin berkembang secara pesat. Bahkan produk yang ditawarkan juga sudah semakin variatif.

”Dari data yang kami peroleh, pada tahun 2015 lalu sudah ada lebih dari 410 ribu pelaku UMKM yang tersebar di berbagai wilayah,” terang Ferry kepada MalangTIMES.

Melihat banyaknya potensi UMKM inilah, membuat Diskominfo Kabupaten Malang akhirnya bertekad untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat. Baik bagi pelaku UMKM maupun konsumen.

”Pelaku UMKM di Kabupaten Malang bisa mencantumkan berbagi informasi mulai dari profil UMKM, alamat, contac person, hingga produk usaha maupun usaha dan jasa yang dihasilkan,” sambung Ferry.

Dirinya berharap, dengan adanya gagasan marketplace, para pelaku UMKM bisa memasarkan produk mereka secara luas. Tidak hanya dari lokal, para calon pembeli dari luar Malang juga bisa membeli produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM di Kabupaten Malang.

”Mengingat banyaknya keunggulan yang didapat jika memanfaatkan marketplace, Diskominfo saat ini terus menggencarkan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Hanya dengan men-scan (pindai) Qr Code, pelaku UMKM dan masyarakat secara otomatis akan mendapatkan informasi terkait cara mengakses marketplace dan berbagai menu hingga kelebihan yang ditawarkan oleh program marketplace tersebut,” ungkap Ferry.

Selain gencar melakukan sosialisasi melalui sarana Qr Code, Diskominfo juga akan mempromosikan aplikasi MalangKab UMKM serta situs website melalui majalah pemerintahan Kabupaten Malang. Yakni, Majalah Kanjuruhan yang dicetak tiap 3 bulan sekali.

”Dengan demikian pemerintah tingkat Kabupaten/Kota di Jawa Timur, organisasi perangkat daerah Provinsi Jawa Timur, instansi vertikal di Provinsi Jawa Timur, perangkat daerah di Pemerintah Kabupaten Malang, pemerintah desa se-Kabupaten Malang, hingga biro perjalanan di Kabupaten Malang akan semakin familiar dengan program marketplace yang kami usung,” pungkasnya.