Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat fashion lomba fashion show di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Kamis (28/11/2019).
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat fashion lomba fashion show di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Kamis (28/11/2019).

Bertabur bunga, didominasi warna putih dengan perpaduan merah muda mewarnai pakaian batik yang dikenakan  Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menjajal melenggak-lenggokkan badannya di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani. Sesuatu yang jarang dilakukan Dewanti itu merupakan kegiatan Lomba Desain Batik 2019 dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 47, Kamis (28/11/2019).

Bukan hanya Dewanti, namun ada kurang lebih 500 peserta yang terdiri dari terdiri dari 316 pelajar dan 144 umum beradu kreasi batik yang dikenakan di atas catwalk. Aparatur Sipil Negara (ASN) pun tidak mau ketinggalan dalam ajang ini. 

Berbagai motif batik khas Kota Batu yang ditunjukkan mulai dari bunga, apel, dan banteng. Ditampilkan dengan berbagai padu padan warna dan model yang menarik. 

Lomba desain batik ini dikemas dengan lomba menggambar desain batik untuk kalangan pelajar Kota Batu dan lomba fashion show bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah Kota Batu.

Lomba desain batik ini merupakan pertama kalinya diadakan di Kota Batu. Untuk memamerkan beragam batik karya original masyarakat Kota Batu.

“Nantinya desain batik ini akan diangkat menjadi salah satu batik khas Kota Batu,” ungkap Ketua TP PKK Kota Batu, Wibi Asri Santoso. 

Ia menambahkan, kegiatan ini digelar agar ada inovasi untuk melahirkan batik khas Kota Batu secara terus menerus setiap tahunnya. Sekaligus untuk menambah skill bagi ASN di lingkungan Pemkot Batu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Eny Rachayuningsih menambahkan beberapa hasil batik yang ditampilkan dalam kegiatan ini adalah hasil nominasi terbaik yang telah dilakukan seleksi sebelumnya.

“Untuk yang nominasi tingkat umum nanti akan ada pembinaan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk semua kategori,” ujar Eny.