Wali Kota Batu khusuk berdoa saat Dizikir Akbar di Lapangan Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Jumat (29/11/2019).
Wali Kota Batu khusuk berdoa saat Dizikir Akbar di Lapangan Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Jumat (29/11/2019).

Lantunan zikir dan istighotsah menggema di area lapangan Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Lantunan yang indah itu keluar dari ribuan masyarakat berbusana warna putih dalam zikir akbar, Jumat (29/11/2019).

Wajah serius penuh dengan pengharapan terlihat dari ribuan warga yang datang di sana. Bukan hanya warga sekitar. Ribuan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Batu juga diwajibkan  hadir. Pembacaan zikir akbar dipimpin KH Abdul Hamid Kholid dan KH Muchsin. 

Ketua MUI Kota Batu KH Abdullah Thohir mengatakan, dengan doa dan zikir, Kota Batu diharapkan dijauhkan dari segala gangguan bencana. Khususnya Desa Sumber Brantas dijauhkan dari bencana angin kencang disertai debu yang sebelumnya melanda. “Kemudian dijadikan kota yang adil dan makmur,” ungkapnya.

Zikir akbar ini merupakan kegiatan tahunan Pemerintah Kota Batu dalam memperingati hari jadi Kota Batu sekaligus memohon rahmat dan bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang pelaksanaannya dilakukan di Balai Kota Among Tani, zikir akbar tahun ini digelar di Desa Sumber Brantas.

Desa Sumber Brantas dipilih sebagai tempat zikir abkar ini karena beberapa waktu mendapatkan musibah angin kencang. Harapannya, dengan diadakannya zikir, istighotsah, dan doa bersama di Desa Sumber Brantas ini, Kota Batu dijauhkan dari bencana dan musibah serta dilimpahi keberkahan.

Sementara,  Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, kegiatan ini merupakan kali pertama diadakan di luar Balai Kota Among Tani. Tujuannya juga agar lebih dekat dengan masyarakat di tengah-tengah membangun semangat pasca-bencana.

“Karena beberapa waktu yang lalu Desa Sumber Brantas dilanda bencana angin kencang. Kami mohon maaf karena belum bisa melayani masyarakat dengan baik. Semoga ke depan tidak ada lagi bencana seperti sebelumnya,” harap Dewanti.