Salah satu anak sedang membaca buku di di Taman Baca Masyarakat (TBM) Taman Bondas, Jl Sultan Agung, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu anak sedang membaca buku di di Taman Baca Masyarakat (TBM) Taman Bondas, Jl Sultan Agung, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Hadirnya perpustakan sebagai upaya untuk meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia juga mewujudkan kota literasi di Kota Batu. Sayangnya saat ini dari 24 desa/kelurahan di Kota Batu baru ada dua yang menghadirkan perpustakaan.

Ya dua perpustakaan tingkat desa itu ada di Desa Bumiaji dan Desa Sumbergondo. Keduanya ada di Kecamatan Bumiaji.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan, nantinya seluruh desa/kelurahan juga wajib memiliki perpustakaan. “Ke depan kita menginginkan masing-masing desa/kota wajib punya perpustakaan sendiri,” ungkap Punjul.

Hadirnya dua perpustakaan di Desa Sumbergondo dan Desa Bumiaji bisa menjadi contoh bagi desa/kelurahan lain yang belum memiliki perpustakaan tingkat desa. Sebab dari sana bisa mempermudah masyarakat mengakses buku-buku yang dibutuhkan selain perpustakaan kota.

“Kalau ada perpustakaan di desa/kelurahan itu juga mempermudah masyarakat mencari buku yang dibutuhkan. Ini juga akan menarik masyarakat gemar membaca,” tambahnya.

Menurutnya dengan hadirnya perpustakaan tingkat desa itu dirasa penting untuk meningkatkan kualitas SDM di masing-masing desa/kelurahan. Peran Pemkot Batu adalah fasilitator, tetapi untuk pengadaan sarana dan prasarana harus dilakukan mandiri oleh setiap desa. 

“Anggarannya bisa diambil dari desa masing-masing, sehingga setiap desa juga memiliki peran,” imbuh pria yang juga ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu.