Salah satu hotel terbaru di Kota Batu. Dari sana akan terlihat dengan gamblang pemandangan Gunung Panderman dan Gunung Arjuna. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu hotel terbaru di Kota Batu. Dari sana akan terlihat dengan gamblang pemandangan Gunung Panderman dan Gunung Arjuna. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Saat akhir pekan atau liburan, Kota Batu menjadi jujukan wisatawan dari berbagai daerah. Kondisi itu akan berpengaruh pada tingginya harga penginapan di Kota Batu.

Kenaikan harga penginapan yang pasti terjadi mulai vila, homestay, hingga hotel. Lalu, apa yang membuat harga, khususnya hotel, bisa melambung tinggi saat akhir pekan atau liburan?

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Titik S. Ariyanto menjelaskan, saat hari biasa atau weekday, rata-rata hotel di Kota Batu yang tergabung dalam PHRI sepi pengunjung atau tamu. Alasan ini yang mendasari harga hotel mengalami lonjakan saat weekend atau liburan.

“Weekday, hotel di Kota Batu ini banyak yang gak keisi. Kota Batu ini memang unik,” ucap Titik. “Mahalnya harga hotel saat liburan dan weekend bukan karena hanya alasan wisatawan banyak yang datang sehingga permintaan tinggi dan momennya,” imbuhnya.

Salah satu alasannya, lanjut Titik, menaikkan harga weekend dan liburan itu bisa menutup biaya operasional saat sepi kala weekday. “Harga tinggi itu juga untuk menutup biaya operasional saat sepi itu,” tambah perempuan yang juga Marketing Manager & Public Relation Jatim Park Group ini.

Meksipun demikian, pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kota Batu mendatang, hingga memasuki minggu kedua Desember, pemesanan hotel sudah mencapai 60 persen. “Sampai saat ini sudah mencapai 60 persen yang pesan. Dari total yang tergabung PHRI Kota Batu,” ungkap Titik.

Dari 76 hotel yang tergabung dalam PHRI Kota Batu, terdapat kurang lebih 3 ribu kamar yang disuguhkan. Tentunya dengan fasilitas yang beragam.