Kondisi tersangka Nur Kholis saat ditandu oleh petugas kepolisian di Polresta Malang  Kota. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kondisi tersangka Nur Kholis saat ditandu oleh petugas kepolisian di Polresta Malang Kota. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

 Setelah mengamankan dua dari empat tahanan narkoba yang kabur pada 9 Desember 2019 lalu, tim gabungan khusus Polresta Malang Kota kembali membekuk satu tersangka. Artinya, tinggal tersisa satu tahanan yang hingga kini masih terus diburu.

Nur Kholis, tahanan yang dibekuk semalam (Rabu 11/12) pada pukul 23.00 itu harus menahan rasa sakit di kakinya. Itu lantaran Nur Kholis melawan petugas saat akan diamankan sehingga harus merasakan tiga peluru mengenai kakinya

 Kapolresta Malang Kota AKBP Leonardus Harapantua Simarmata Permata saat konferensi pers Kamis (12/12) siang di Polresta Malang Kota menunjukkan tersangka. Keadaan Nur Kholis tengah dibopong menggunakan tandu lantaran kondisinya yang belum stabil.

Kapolresta menjelaskan, tersangka membawa sikat gigi yang sudah dirombak hingga tajam dan diletakkan di samping kiri kanan saat penangkapan di wilayah Kedungkandang, Kota Malang.

"Kami tahu dari warga yang ada di sana. Awalnya kakaknya berpapasan dengan tersangka di kebun JI KH Malik, Kecamatan Kedungkandang, siang pada  9 Desember. Kemudian sempat berpindah di rumah kosong di Jl KH Malik G919. Dan tadi malam pukul 11, yang bersangkutan kami amankan. Tapi dia sempat melarikan diri. Akhirnya kami beri tindakan tegas terukur," ujarnya.

Belum diketahui dengan pasti apa motif Nur Kholis melarikan diri. Tim gabungan khusus yang melibatkan satuan reskrim, resnarkoba, intel dan lainnya masih terus mendalami penyelidikan untuk hal itu. 

"Yang bersangkutan belum bisa kita gali motifnya apa. Masih bungkam karena kondisinya agak drop. Nanti akan kami gali lagi," ujar kapolresta.

Mantan wakapolrestabes Surabaya itu mengungkapkan, hingga saat ini tim gabungan masih terus melakukan penyelidikan terhadap salah seorang satu tahanan tersisa atas nama Bayu Prasetyo.

"Satu tahanan kabur masih terus dicari. Dan kembali saya mengimbau agar tersangka segera menyerahkan diri ke mapolresta," tandasnya.

Sebelumnya, tim gabungan khusus telah berhasil mengamankan tahanan kabur atas nama Andria alias Ian pada Selasa (10/12)  lalu dan Sokib Sulianto yang diamankan pada Rabu dini hari (11/12).