PLt Kabid Penegakan Peraturan dan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Tulungagung, Artista Nindya Putra (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
PLt Kabid Penegakan Peraturan dan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Tulungagung, Artista Nindya Putra (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Jelang perayaan Natal dan Tahun baru, Satpol PP Tulungagung gencar melakukan operasi ketertiban umum. Salah satunya dengan melakukan razia ke sejumlah rumah kos untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Sabtu (14/12/19) malam.

Dari 8 lokasi rumah kos yang ada di 3 desa/kelurahan, petugas berhasil menggelandang 3 pasangan bukan suami istri yang kedapatan dalam kamar kos berdua.

Parahnya lagi, 1 dari 3 pasangan bukan suami istri itu masih berstatus pelajar. Yakni, Melati (15) siswi kelas X salah satu SMK negeri di Tulungagung, sedang pasangannya Bejo (16) yang merupakan teman satu sekolah Melati.

Keduanya merupakan warga Kecamatan Ngunut. Keduanya diamankan di sebuah rumah kos yang berada di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, di Belakang RSUD dr. Iskak.

Keduanya bukan penghuni kos, namun menyewa kamar tersebut selama 1 jam dengan tarif Rp 15 ribu. Keterangan itu disampaikan oleh sepasang kekasih tersebut kepada pihak Satpol PP.

Plt Kabid Penegakan Peraturan dan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Tulungagung, A Nindya Putra mengatakan, keduanya menyewa kamar kos dari temannya yang bernama Mawar, yang juga berstatus pelajar SMK negeri di Tulungagung.

“Yang cewek siswi SMK negeri, yang laki laki satu sekolah, kita amankan kita bawa ke Mako dan kita berikan bimbingan,” terangnya.

Genot, sapaan A Nindya Putra menjelaskan, persewaan kos per jam ini ditawarkan melalui media sosial WA. Penyewa kamar kos yang sebenarnya menawarkan melalui status WA, kemudian diunggah ke grup-grup dalam akun WA. Kebetulan, salah satu pelaku merupakan teman satu grup WA pelaku rental kos.

“Yang menyewakan ini juga siswi SMK negeri juga tapi beda sekolah, nah ini yang kita kembangkan karena pelaku rental ini menawarkan kosnya melalui status WA nya," ucap Genot.

Tarif sewa kos bervariasi, mulai Rp 15 ribu per jam hingga Rp 100 ribu per hari sesuai kebutuhan penyewa.

Genot menegaskan, pihaknya sudah berupaya menghubungi pelaku rental kos. Namun, janji pelaku untuk datang ke kantor Satpol PP Tulungagung hingga Minggu dinihari tadi tidak terwujud. 

Pihaknya tetap akan mendalami temuan ini. Petugas Satpol PP direncanakan akan menjemput pelaku rental kos ini ke sekolahnya.

“Tadi saya telepon yang ngangkat laki-laki, katanya temannya, terus janjinya mau ke Mako Satpol PP tapi sampai Minggu dinihari tidak datang, ini akan kita kembangkan," pungkasnya.

Sementara itu Bejo menolak mengaku jika hendak melakukan perbuatan tidak senonoh di dalam kamar kos bersama Mawar. Dari penuturannya, dia berada di kamar kos itu hanya untuk berteduh dan menghabiskan makanan kecil yang dibawanya bersama Mawar.

Bejo menjelaskan muasal dirinya menyewa kamar kos per jam itu. Awalnya, ia ditawari pelaku melalui pesan WA. Kemudian setelah sepakat melakukan pembayaran, lalu dirinya langsung menuju ke lokasi rumah kos yang dituju.

“Saya yang nyewa Mas, ditawari teman saya kemudian saya bayar dan dikasi tahu lokasi kosnya, kosnya ndak dikunci, di dalamnya ada kasur, kipas angin, kamar mandi. Sudah itu aja, kalau tivi ndak ada," jelasnya.