Ilustrasi. (Foto: istimewa)
Ilustrasi. (Foto: istimewa)

Penderita HIV (human immunodeficiency virus)/AIDS didominasi usia produktif di Kota Batu. Hingga tahun 2019 ini tercatat ada 18 orang yang terjangkit.

Angka tersebut turun jika dibanding tahun sebelumnya. Ya di tahun  2018 silam tercatat ada 42 kasus yang terjangkit satu orang meninggal dunia, jumlah tahun itu terhitung cukup tinggi dibanding dua tahun sebelumnya.

Di tahun 2016 yang terjangkit ada 16 orang. Dan di tahun 2017 naik dua kasus, yakni 18 orang yang terjangkit. “Setiap tahunnya yang terjangkit itu di usia produktif, antara 24-50 tahun dari data kami,” ungkap Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Batu, Yuni Astuti.

Ia menambahkan dari data Dinkes Kota Batu itu yang terjangkit HIV/AIDS itu dari usia produktif banyak dari kalangan pekerja hiburan malam dan transgender. Faktor terjangkitnya HIV/AIDS di Kota Batu pun beragam.

Mulai dari penggunaan jarum suntik dalam pemakaian obat-obatan terlarang dan seks bebas dengan berganti-ganti pasangan. “Tapi untuk kasus penggunaan jarum dari obat-obatan terlarang sudah menurun sangat drastis sejak dua tahun terakhir,” imbuhnya.

Menurutnya meskipun angka penderita meningkat atatu pun ada penurunan, yang diinginkan adanya keterbukaan diri bagi pengindap HIV. Agar ke depan Pemkot Batu dapat menangani kasusnya dan memberikan solusi.

“Melihat sejauh ini penderita itu menutup diri. Ketika pemerintah bisa mendeteksi penderita ini kita bisa berbuat,” tutup Yuni.