Wali Kota Malang Sutiaji dan Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji saat mendampingi anak-anak belajar sikat gigi di Posyandu Delima RW 3 Kelurahan Madyopuro Kota Malang (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji dan Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji saat mendampingi anak-anak belajar sikat gigi di Posyandu Delima RW 3 Kelurahan Madyopuro Kota Malang (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

Melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Remaja, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang optimis mampu menekan angka stunting. Pada 2020 mendatang, seluruh kelurahan di Kota Pendidikan ini ditargetkan mampu memiliki Posyandu Remaja.

Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji menyampaikan, Posyandu Remaja menjadi salah satu program yang mulai digelontorkan Dinas Kesehatan Kota Malang. Meski baru beberapa, Posyandu Remaja ini dia yakini mampu terus menekan angka stunting di Kota Pendidikan ini.

"Saat ini Posyandu Remaja adanya di Kelurahan Madyopuro, maka ke depan kami harapkan seluruh kelurahan memiliki Posyandu Remaja," katanya saat ditemui MalangTIMES di sela agenda persiapan Lomba Posyandu tingkat Jawa Timur di Posyandu Delima RW 03 Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (19/12/2019).

Perempuan berhijab ini menyampaikan, Posyandu Remaja memiliki banyak sisi positif untuk perkembangan kesehatan remaja. Bahkan memiliki efek domino untuk pertumbuhan ekonomi di masing-masing daerah. 

Sebab keberadaan Posyandu Remaja mampu turut menggeliatkan sektor ekonomi melalui koperasi yang dihidupkan. "Jadi efek domino sangat luar biasa, sampai pada perekonomian. Karena mereka juga menghidupkan koperasi," tambahnya.

Dia menyampaikan, ada edukasi berkaitan dengan dunia kesehatan yang bisa diketahui lebih dini oleh para remaja. Salah satunya berkaitan dengan edukasi reproduksi hingga upaya hidup sehat sejak remaja untuk mencegah angka stunting.

"Seperti kampanye minum obat tablet penambah darah misalnya," terang dia.

Selain itu Posyandu Remaja juga menjadi tempat untuk memberikan beragam informasi kesehatan maupun informasi penting lainnya kepada remaja secara rutin. Seperti, pengecekan standar kesehatan umum mulai dari tinggi badan (TB), berat badan (BB), Indeks Masa Tubuh (IMT), dan yang lainnya.

Dengan begitu, dia optimis angka stunting dapat terus ditekan seiring dengan semakin meluasnya sistem edukasi. Terlebih kesadaran masyarakat akan kesehatan terus mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.

Bukan hanya itu, lanjutnya, upaya meningkatkan nutrisi dan gizi juga terus digalakkan PKK Kota Malang yaitu melalui Urban Farming. Program yang telah diterapkan di seluruh kelurahan di Kota Malang itu menurutnya juga turut menekan angka stunting.

"Selain tekan inflasi, urban farming juga sebagai upaya meningkatkan gizi masyarakat. Sekarang, kreasi masyarakat sudah sangat luar biasa dan banyak menanam tanaman pendamping yang juga memiliki beragam khasiat," papar dia.