Para pemuda pemeran video viral mandi sambil mengendarai motor saat menjalani pembinaan di hadapan anggota kepolisian Polres Malang (Foto : Satlantas Polres Malang for MalangTIMES)
Para pemuda pemeran video viral mandi sambil mengendarai motor saat menjalani pembinaan di hadapan anggota kepolisian Polres Malang (Foto : Satlantas Polres Malang for MalangTIMES)

Klasik. Kata tersebut pantas diberikan kepada Dimas (23) dan Ramli (22), warga Desa Jeru, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Usai video mandi sambil mengendarai sepeda motor keduanya viral, mereka akhirnya membuat pernyataan sekaligus permintaan maaf.

”Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Dimas RA, sehubungan dengan video yang telah saya buat dengan teman-teman, yang melanggar norma atau etika berlalu lintas dan kesopanan. Dengan ini saya minta maaf kepada pihak kepolisian dan masyarakat seluruhnya. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut kembali. Dan saya minta maaf sebesar-besarnya. Untuk kepolisian yang telah membina saya ke jalan yang lurus. Terima kasih, sekian dari saya. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,” ucap Ramli dan didampingi dua orang temannya, dalam video pernyataan dan permintaan maaf yang menjamur di beberapa akun media sosial (medsos) instagram, Jumat (20/12/2019).

Berawal dari video pernyataan tersebut, MalangTIMES.com mencoba mencari kejelasan kepada pihak kepolisian Polres Malang. Ketika dikonfirmasi, Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang, Ipda Ahmad Taufik, membenarkan jika video pernyataan itu dilakukan oleh dua orang pemuda yang tengah viral karena mandi sambil mengendarai sepeda motor.

”Benar, tadi siang (Jumat 20/12/2019), saya dan dua orang anggota mendatangi dua orang pemeran dalam video yang viral karena mandi sambil mengendarai sepeda motor,” kata anggota polisi yang akrab disapa Taufik ini, saat dikonfirmasi MalangTIMES.com, Jumat (20/12/2019) malam.

Dalam giat pembinaan sekaligus shock terapi tersebut, lanjut Taufik, pihak kepolisian juga dimediasi oleh Kepala Desa Jeru, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. ”Agendanya berlangsung di balai Desa Jeru. Ada tiga orang, dua orang sebagai pemeran, dan satunya yang merekam. Mereka datang untuk menjalani pembinaan dengan didampingi orang tuanya,” sambung Taufik.

Seperti yang sudah diberitakan, Dimas dan Ramli mendadak viral lantaran video keduanya menjamur di medsos. Dalam rekaman berdurasi sekitar 1 menit tersebut, Dimas berperan sebagai pengendara sepeda motor Vixion nopol N-5204-IX.

 

Sedangkan temannya, Ramli berperan sebagai yang dibonceng. Dalam video yang sempat viral tersebut, Ramli nampak telaten membasahi kepala dan tubuhnya dengan menggunakan air. Bermodalkan gayung, pria 22 tahun itu menguyur seluruh badannya dengan air yang ada dalam wadah yang berada di pangkuannya.

Usai mengguyur tubuhnya yang penuh dengan busa, Ramli juga membersihkan busa yang ada di badan si pengendara. Parahnya, karena tidak terlalu merata, sisa busa tersebut nampak menutup bagian mata Dimas, yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor.

”Saya baru tahu kemaren (Kamis 19/12/2019), langsung saya selidiki pemilik kendaraan dari plat nomor. Sempat kesulitan karena kendaraan di pindah tangankan ke orang lain,” ucap Taufik yang juga pernah menjabat sebagai Kasubag Humas Polres Malang ini.

Meski mengaku sempat kesulitan, anggota korps berseragam coklat ini nyatanya berhasil menelusuri keberadaan kedua pemeran video viral tersebut. ”Baru tadi pagi (Jumat 20/12/2019) ketemu, dan minta bantuan Kades agar mereka datang di balai desa. Kalau tidak datang tadi, rencana saya jemput,” ungkap Taufik.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, menghimbau agar kejadian yang dapat membahayakan para pengguna jalan tersebut tidak kembali terulang. Terutama di wilayah Kabupaten Malang.

”Jangan karena ingin viral, melakukan hal-hal yang melanggar etika dan aturan hukum yang berakibat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Bijak bermedsos, gunakan untuk hal-hal yang positif,” terang Ainun.

Dihadapan petugas kepolisian, Ramli yang saat itu mewakili kedua orang temannya, mengaku jika mereka hanya iseng saat membuat video tersebut. Berawal dari bercandaan, dia dan Dimas serta seorang temannya, akhirnya membuat konten video yang memperagakan mandi diatas sepeda motor.

”Saya minta maaf kepada pihak kepolisian maupun masyarakat yang dibuat geram dengan video kami. Tidak akan kami ulangi lagi (mandi diatas motor),” ucap Ramli sembari sesengukan saat dimintai klarifikasi dihadapan polisi.