Petugas saat mengevakuasi jenazah korban yang meninggal akibat terseret ombak untuk dibawa ke kamar mayat RSSA Kota Malang. (Foto : Istimewa)
Petugas saat mengevakuasi jenazah korban yang meninggal akibat terseret ombak untuk dibawa ke kamar mayat RSSA Kota Malang. (Foto : Istimewa)
Upaya pencarian terhadap Frans Nababan, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang hilang  terseret ombak Pantai Watu Leter, akhirnya membuahkan hasil. Jumat (20/12/2019) malam, Frans ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

”Korban ditemukan sekitar pukul 21.15 WIB (Jumat 20/12/2019). Jenazah ditemukan dalam keadaan utuh dan masih mengenakan celana pendek warna hitam strip biru yang dikenakan sesaat sebelum terseret ombak,” kata Kasat Polairud Polres Malang AKP Dwiko Gunawan, Sabtu (21/12/2019).

Seperti diberitakan, Frans dan rombongannya yang berjumlah delapan orang tiba di Pantai Watu Leter, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Kamis (19/12/2019) sekitar pukul 04.30 WIB.

Usai bersantai di bibir pantai dengan beralaskan tikar yang mereka sewa, dua jam berselang, sekitar pukul 06.30 WIB, korban dan rombongan mahasiswa yang berlibur usai ujian kuliah ini memutuskan bermain air di pantai. Nahas, 20 menit berselang, salah satu mahasiswa FPIK (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan) UB itu hilang karena terseret ombak. 

Petugas gabungan dari Polairud Polres Malang, SAR, BPBD, PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, Perhutani, dan beberapa relawan diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian. Sayangnya, hingga Kamis (19/12/2019) malam, keberadaan remaja 18 tahun itu belum ditemukan. Besoknya, Jumat (20/12/2019) sedikitnya ada 21 personel gabungan yang dilibatkan untuk melakukan pencarian.

Puluhan petugas tersebut berasal dari instansi kepolisian, TNI AL, Basarnas, SAR, PMI Kabupaten Malang, beberapa relawan. Berbagai unsur masyarakat juga turut dilibatkan dalam pencarian. Bahkan, para nelayan yang ada di sekitar lokasi kejadian juga dilibatkan dalam pencarian.

Hasilnya, Jumat (20/12/2019) malam, jenazah k Frans ditemukan. Warga asal Bogor, Jawa Barat, itu ditemukan dalam kondisi mengambang tak bernyawa di sekitar titik koordinat S 8°26'36" dan E112°38'50, tempat pertama korban terseret arus.

”Lokasi penemuan jenazah berjarak kurang lebih 200 meter ke arah barat dari TKP (tempat kejadian perkara) awal,” terang Dwiko.

Jenazah korban langsung dievakuasi ke kamar mayat RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Kota Malang dengan ambulans. Sabtu (21/12/2019) dini hari, jenazah korban yang baru tiba di RSSA langsung divisum guna kepentingan penyidikan.

”Tidak ada luka bekas penganiayaan. Korban murni meninggal karena tenggelam. Usai divisum, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan pihak keluarga,” tutup perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini.