Bencana tanah longsor di Kota Batu.
Bencana tanah longsor di Kota Batu.

Puncak musim penghujan diprediksi pada Januari hingga Maret 2020 mendatang. 

Kota Batu rawan akan bencana tanah longsor, tanah ambles, angin puting beliung dan sebagainya.

Melihat bencana itu yang selalu menghantui masyarakat Kota Batu, beberapa upaya telah disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu. 

Yakni dengan penambahan personil bersama unsur SKPD terkait. Juga melakukan monitoring secara insentif di wilayah rawan bencana. 

“Wilayah rawan bencana seperti banjir ini sering terjadi di area Kelurahan Temas, Kelurahan Ngaglik, dan Desa Sidomulya ini merupakan daerah padat penduduk,” kata Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Kota Batu, Achmad Choirul Rochim.

Tidak hanya itu saja, tapi juga dilakukan penguatan posko. 

Selain itu beberapa fasilitas lainnya juga telah dipersiapkan oleh Polres Batu.

Sementara itu Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama menambahkan, untuk menghadapi potensi kebencanaan, Polres Batu telah mempersiapkan beberapa fasilitas penunjang. 

Yakni 20 unit ambulance dan mobil rescue, 50 unit perahu karet, dam 30 unit tenda untuk pleton regu dan pengungsi. 

“Ini sudah dipersiapakan untuk antisipasi bencana yang terjadi di Kota Batu,” ujar Harvi.

“Melihat bencana yang cukup parah sebelumnya yakni angin kencang melanda Kota Batu hingga masyarakat harus mengungsi,” tutupnya.