Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu drg Kartika Trisulandari. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu drg Kartika Trisulandari. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Tahun 2019 penderita DBD dan demam dengue mengalami kenaikan yang cukup drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tercatat ada 168 warga yang menderita Demam Dengue, dan DBD ada 21 orang.

Jumlah mengalami kenaikan yang drastis dibanding tahun-tahun sebelum dari data Dinas Kesehatan Kota Batu. Rinciannya data DBD dan demam dengue yakni pada tahun 2016 ada 119 orang DBD dan 690 orang Demam Dengue.

Untuk tahun 2017 mengalami penurunan yang signifikan yakni 19 orang DBD dan 97 orang Demam Dengue. Sedangkan pada tahun 2018 tercatat juga mengalami penurunan DBD bahkan tidak ada korban terserang DBD. Tetapi untuk korban dan Demam Dengue sebanyak 11 orang.

Memasuki musim penghujan yang diperkirakan puncak pada bulan Januari hingga Februari, Dinkes menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat. Tentunya untuk menekan angka penderita Demam Dengue dan DBD.

 “Kita sudah berancang-ancang untuk menekan jumlah penderita DB dan DBD,” kata Kepala Dinkes Kota Batu, Kartika Trisulandari.

Selain menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat, juga memberikan edukasi program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan melaksanakan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik).

“Untuk saat ini kami juga memiliki kader jumantik di 24 desa/kelurahan. Yang tugasnya memeriksa kurang lebih 100 rumah setiap bulannya,” tambahnya.

Ia pun meminta jika mengetahui sanak saudara mengalami demam agar tanggap untuk segera memeriksakan di puskesmas atau rumah sakit terdekat. 

“Selain untuk segera memeriksakan ke dokter jika demam, masyarakat juga harus melakukan 3M yakni menguras, menutup dan mengubur sampah yang berpotensi menimbulkan genangan air. Karena itu akan menjadi sarang berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti,” tutup Kartika.