Para perenang saat berlomba di kolam renang Tirta Bhuana Cakti Pusdikarhanud, Pendem, Kecamatan Junrejo, beberapa waktu lalu. (Foto: Irsya Richa/ MalangTIMES)
Para perenang saat berlomba di kolam renang Tirta Bhuana Cakti Pusdikarhanud, Pendem, Kecamatan Junrejo, beberapa waktu lalu. (Foto: Irsya Richa/ MalangTIMES)

Kota Batu ingin menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim tahun 2023. Sayang, salah satu fasilitas penting belum dimiliki Kota Batu, yakni kolam renang standar nasional.

Keterbatasan fasilitas kolam renang itu jelas menjadi problem bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Porprov Jatim 2023.

Sebenarnya Kota Batu dua tahun lalu berencana membangun kolam renang standar nasional. Kolam renang itu bakal dibangun di atas lahan di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo. Namun, pembangunan gagal lantaran tidak mendapatkan persetujuan dari warga sekitar.

“Kolam renang sebenarnya sudah masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018. Sayangnya rencana ini gagal karena ada pertentangan dari warga,” kata Ketua KONI Kota Batu Mahfud.

Lantaran mendapat pertentangan dari warga sekitar,  terpaksa rencana pembangunan kolam renang  terunda. Solusinya, Pemkot Batu harus mencari  lokasi lain untuk dibangun kolam renang. "Tapi masih belum tahu di mana lokasinya,” imbuh Mahfud. 

Jika ke depan fasilitas kolam renang bisa segera dibangun, Mahfud yakin Kota Batu berpeluang besar menjadi tuan rumah Porprov Jatim 2023. Status tuan rumah porprov diharapkan berimbas pada meningkatnya  jumlah wisatawan serta membantu perekonomian warga dan menaikkan okupansi hotel.

“Semoga sebelum 2023, fasilitas kolam renang bisa direalisasikan. Saat ini kami masih berusaha mencari lokasi. Ada saran dibangun di Kelurahan Sisir,” ucap mantan sekretaris KONI Kota Batu ini.