Terduga pelaku gendam bermotif tukar uang (hijab abu-abu) saat terekam kamera CCTV. (Foto : Istimewa)
Terduga pelaku gendam bermotif tukar uang (hijab abu-abu) saat terekam kamera CCTV. (Foto : Istimewa)

Terduga pelaku gendam bermotif tukar uang yang terjadi di kawasan Jalan Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, terekam kamera CCTV (closed circuit television). Gambar berupa foto hasil rekaman kamera pengintai itu pun sempat menjamur dan viral di beberapa grup media sosial (medsos) di Malang.

Adalah akun Facebook bernama Yulia Wardhani yang pertama mengunggah foto terduga pelaku gendam tersebut ke medsos, Jumat (10/1/2020) dini hari.

”Mbk, mas admin mohon dilolos kan ya postingan saya. Assalamualaikum sedoyo (semua) anggota grub peduli malang raya. Mas, mbk, bapak utawi ibuk kulo bade nyuwun tulung menawi ten grub komunitas peduli malang niki wonten ingkang  kenal kaleh ibu ibu niki utowo anak.e niki njenengan komen nopo inbox kulo nggeh (saya mau minta tolong kalau di grup ini ada yang kenal dengan ibu atau anaknya ini tolong segera hubungi saya),” tulis Yulia Wardhani.

Dalam postingannya ke grup yang memiliki anggota sekitar 824 ribu tersebut, Yulis juga mengunggah dua foto. Satu di antaranya merupakan gambar terduga pelaku gendam yang terekam CCTV. Sedangkan satu foto lainnya diketahui merupakan anak dari si terduga pelaku tersebut.

Wanita yang dianggap telah melakukan gendam tersebut tampak mengenakan hijab berwarna menyerupai abu-abu. Sedangkan postur tubuhnya sedikit gemuk dan berwajah oval.

”Ada ibu ibu tukar uang receh dia bilang uang.e 5jt dia keburu buru dan langsung mintak uang.e itu cepet dan gak mau nunggu hitung uang itu. Setelah dihitung uang tersebut ternyata cuma ada 1.2jt,” tulis Yulia Wardhani lagi.

Atas kejadian ini, warganet -khususnya yang ada di Kabupaten Malang- dibuat geram dengan aksi gendam tersebut. Hingga berita ini ditulis, postingan Yulia Wardhani sudah direspons oleh lebih dari 10 ribu anggota grup dan dibagikan sebanyak 2 ribu kali.

Di sis lain, tak sedikit warganet yang menyempatkan diri  menuliskan tanggapannya di kolom komentar. Total sudah ada sekitar 5.700 tanggapan warganet yang menjejali kolom komentar tersebut.

”Stgh (setengah) hipnotis mas iku mbak e critone jre stgh gk sadar (katanya korban, waktu kejadian dia setengah tidak sadar),” tulis akun Youtude di kolom komentar yang langsung ditanggapi oleh akun Cak Mael. ”Ya Alloh kenek gendam sampean (kamu) mbak,” tulisnya.

Dari informasi yang diperoleh MalangTIMES.com, aksi gendam bermodus tukar uang ini terjadi pada akhir pekan lalu (Jumat 3/1/2020) siang. Saat itu, Yulia yang bekerja di salah satu supermarket kebagian kerja pada sift siang.

Tidak lama setelah menggantikan rekannya yang mendapat jatah sift pagi, Yulia tiba-tiba didatangi oleh seorang ibu yang tidak dikenalnya. Ibu berhijab tersebut tampak menyerahkan uang recehan kepada Yulia. Segebok uang koin tersebut ternyata hendak ditukarkan ke supermarket tempat korban bekerja.

Kepada Yulia, pelaku mengaku  uang yang hendak ditukarkan tersebut sejumlah Rp 5 juta. Namun saat hendak dihitung, si pelaku mengaku tergesa-gesa dan tidak telaten jika disuruh untuk menunggu. Bahkan ibu berhijab itu juga menyuruh kepada korban agar uang receh miliknya segera ditukar dengan uang kertas sejumlah Rp 5 juta.

”Dia (terduga pelaku) ninggal nomor handphone (HP). Katanya kalau uangnya ternyata kurang, saya disuruh untuk menghubungi dia,” ungkap Yulia.

Lantaran terus didesak, Yulia yang saat itu setengah sadar akhirnya bersedia menuruti permintaan pelaku. Alasannya, karena sudah merasa percaya setelah diberi nomor telepon pribadi yang diakui milik pelaku tersebut.

Beberapa saat setelah ibu itu pergi sembari membawa uang Rp 5 juta yang diterima dari korban,  Yulia menghitungnya. Saat dihitung, ternyata nominalnya tidak sampai Rp 5 juta. Yakni hanya Rp 1,2 juta. ”Kurang Rp 3,8 juta,” keluhnya.

Atas kejadian tersebut, Yulia akhirnya mencoba menghubungi nomor yang diberikan pelaku gendam tersebut. Sayangnya, saat ditelepon maupun dikirimi pesan singkat (SMS), ternyata nomor yang diberikan pelaku  tidak aktif. ”Kebijakan kantor, uang harus diganti saat itu juga,” tutur Yulia sembari mengeluhkan jika dirinya terancam tidak gajian selama 2 bulan.

Sore hari setelah kejadian tersebut, korban berinisiatif melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak kepolisian, lengkap dengan bukti rekaman CCTV saat terduga pelaku melancarkan aksi gendam. ”Gak ada hasil apa apa (setelah lapor polisi), cuma ada hasil laporan penipuan gitu aja,” ucap Yulia.

Setelah membuat laporan ke pihak kepolisian, Yulia terus mncoba untuk menghubungi nomor yang diberikan  pelaku. Beberapa hari setelah kejadian tersebut, belakangan diketahui pesan WhatsApp yang dikirim Yulia masuk ke nomor pelaku. Sayangnya, pesan dalam aplikasi chatting tersebut hanya dibaca tanpa dibalas. ”Gak ada iktikad baik apapun sampek sekarang,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi ke pihak kepolisian, Kapolsek Pakis AKP Sutiyo bakal menindaklanjuti.  ”Loh, apa itu? Oh coba saya dalami dulu. Itu viral ya? Saya barusan ada giat di (pantai) Ungapan soalnya. Terima kasih (infonya), mohon waktu,” ucapnya, Jumat (10/1/2020) petang.