Parkir yang berada di area Alun-Alun Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Parkir yang berada di area Alun-Alun Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Kemacetan masih menjadi permasalahan serius yang belum bisa terpecahkan di Kota Batu. Meski pihak legislatif bersama eksekutif telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Parkir di Tepi Jalan Umum, tetapi dewan menilai masih harus ada rencana antisipasi lanjutan.

Salah satu penyebab adanya macet itu lantaran terdapat parkir di tepi jalan umum. Sehingga, perlu adanya solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Anggota komisi C DPRD Kota Batu, Sujono Djonet menjelaskan jika memang permasalah parkir tepi jalan itu masih belum dapat dipecahkan, perlu adanya solusi lainnya. Solusi lainnya yang bisa dilakukan adalah pengelolaan parkir model lain.

“Solusi macet kalau sebenarnya tidak ada kendaraan di tepi jalan umum terutama di jalan protokol. Jika setelah ditetapkannya revisi perda ini belum terpecahkan, perlu ada terobosan lain,” katanya.

Terobosan permasalahan parkir yang bisa dilakukan itu dengan menghadirkan parkir vertikal. Parkir ini dirasa akan memberikan solusi atas kemacetan yang menjadi permasalahan selama ini.

Terlebih masalah kemacetan itu terjadi pada jalan protokol. Seperti di pusat-pusat keramaian misalnya di Alun-Alun Kota Batu, Jalan Diponegoro, Jalan Gajah Mada, Jalan Kartini, dan Jalan Sudiro.

“Pusat keramaian ini menjadi pusat kemacetan. Sehingga perlu dibuat parkir vertikal di daerah tersebut,” ungkap Djonet. 

“Parkir vertikal ini bisa diwujudkan ketika permasalahan parkir di tepi jalan tak memiliki jalan keluar,” imbuh warga Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji ini.

Menurutnya, parkir vertikal ini bisa dibangun ditempatkan di aset-aset milik pemerintah. Dengan demikian, parkir vertikal ini bisa menjadi kantung parkir di pusat keramaian. 

“Harapannya dengan salah satu solusi yang bisa kami dorong ini agar bisa terwujud dan di Kota Batu tidak ada lagi parkir di tepi jalan umum,” harapnya.