Pertanian cabai rawit beberapa mengalami busuk buah di Kota Batu.
Pertanian cabai rawit beberapa mengalami busuk buah di Kota Batu.

Musim penghujan berimbas pada produk pertanian di Kota Batu. Alhasil stok yang rendah, tetapi kebutuhan yang tinggi membuat melambungnya harga suatu barang.

Seperti halnya produk pertanian yang mengalami kenaikan itu adalah komoditas cabai rawit. Kenaikan harga mulai terjadi pada 3 hari yang lalu.

Jika semula harga cabai rawit Rp 40 ribu per kilogramnya kenaikan mencapai Rp 30 ribu per kilogramnya. Ya saat ini cabai rawit harga makin pedas Rp 70 ribu per kilogramnya. 

“Kenaikan harga cabai rawit ini karena cuaca musim penghujan ini. Produksi rendah, sedangkan permintaan tinggi,” kata pedagang Pasar Besar Kota Batu Sri Tias, Senin (13/1/2020).

Ia menjelaskan rusaknya cabai saat musik penghujan ini lantaran banyak cabai yang busuk dan terserang penyakit. Penyakit itu bermula daunnya bule (kekuningan), layu, sampai terkena cacar.

Hal itu membuat pemeliharaan cabai saat musim hujan seperti ini harus dilakukan ekstra. Karena obat yang disemprotkan untuk menghalau hama penyakit terus luntur saat terkena hujan.

“Untuk saat ini petani juga butuh dana ekstra untuk memelihara cabai rawit. Supaya bisa memenuhi permintaan dari masyarakat,” imbuhnya. 

Bukan hanya cabai rawit, tapi jenis cabai besar juga mengalami lonjakan. Jika sebelumnya harga Rp 40 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 60 ribu per kilogram.