Barang bukti kayu Sonokeling ilegal bersama dua tersangka (baju orange) dan dari Kanan Kasat Reskrim AKP Hendro Triwahyono dan Waka Polres Batu Kompol Zein Mawardi di Mapolres Batu, Jumat (17/1/2020). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Barang bukti kayu Sonokeling ilegal bersama dua tersangka (baju orange) dan dari Kanan Kasat Reskrim AKP Hendro Triwahyono dan Waka Polres Batu Kompol Zein Mawardi di Mapolres Batu, Jumat (17/1/2020). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Satuan Reskrim Polres Batu terpaksa mengamankan dua tersangka Bagus Sulistiyanto (24) dan Robby Caesar (30), warga Dusun/Desa Plandi RT 25 RW 4 Kelurahan Jombang, Kabupaten Jombang pada Rabu (15/1/2020) lalu di Jalan Raya Ngantang. 

Mereka terpaksa ditangkap lantaran menjual kayu secara ilegal di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Saat rilis Jumat (17/1/2020) ada barang bukti (bb) yakni satu glondong kayu memiliki panjang 1,6 meter dan berdiameter 60 centimeter. Dan satu mobil pick up warna putih merk Daihatsu Grand Max nopol S 9110 W.

“Mereka kami tangkap saat akan menjual kayu ilegal di Jalan Raya Ngantang, Kabupaten Malang pada Rabu pagi,” ungkap Waka Polres Batu, Kompol Zein Mawardi di Polres Batu.

Mereka menjual gelondongan kayu sonokeling itu lantaran mahal. Sedangkan mereka menjual kayu itu dari penebang Sunardi yang melakukan aksinya itu dihutan lindung wilayah kerja RPH Ngantang, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang.

Bagus sudah melancarkan aksinya itu sejak bulan Juni tahun 2019. Selama itu ia sudah melangsungkan transaksi sebanyak 6 kali.

Untuk satu kali transaksi ia menjualnya Rp 8-10 Juta. Namun dari hasil itu Bagus hanya mengantongo Rp 2-3 juta.

“Tapi ia bisa menjualnya jika mendapatkan informasi atau telepon dari Sunardi. Bagus ini kenal Sunardi dari media online Facebook,” imbuhnya.

Bagus mengakui jika menjual pohon tersebut secara online ataupun dipinggir jalan. Sementara itu Bagu menambahkan, jika selesai menjual kayu itu langsung memutus komunikasi dengan penenbang maupun pembeli.

“Kalau sudah beli saya hapus nomornya. Tapi ternyata yang penebang ini masih menghubunhi saya. Dan memang menjual ini tidak ada dokumen, saya disuruh menjualkan nanti dikasih imbalan,” katanya.

Sedang Kasat Reskrim Polres Batu AKP Hendro Triwahyono menambahkan, penenabang pohon Sunardi ini saat akan digerebek sudah melarikan diri satu keluarga di rumahnya. “Tentunya ini nanti akan berkembang ke pembeli dan penenbang,” jelas Hendro.

Dengan perbuatan mereka ini, tentunya akan berimbas buruk pada lingkungan sekitar. Bisa menyebabkan banjir, tanah longsor, dan sebagainya.

“Polres Batu bersama Polri memang di sini konsen ikut merawat dan menanam pohon untuk menjaga ekositem dan kelestarian hutan supaya tidak terjadi permasalahan dikemudian hari. Sehingga mari bersama masyarakat ikut menjaga,” tutupnya.

Karena perbuatan melanggar hukum itu kedua tersangka dihantii dengan jeratan pasal 83 ayat 1 huruf b jo pasal 12 huruf e, UU RI nomor 18 tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Dengan hukuman minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun penjara.