Pelaku Khoirudin dan barang bukti yang diamankan polisi. (Foto: Dokpol / Tulungagung TIMES)
Pelaku Khoirudin dan barang bukti yang diamankan polisi. (Foto: Dokpol / Tulungagung TIMES)

Seorang anak yang seharusnya berbakti dan menghormati orang tua. Namun di Desa Wonorejo Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung ini justru terjadi hal sebaliknya. 

Seorang pria yang bernama Khoirudin (45) warga Dusun Krandekan Desa Wonorejo ini diamankan polisi setelah pada Jumat (17/01/2020) pukul 08.00 WIB lalu melakukan aksi penganiayaan terhadap ibu kandungnya.

"Benar kami telah menerima laporan tindak pidana penganiayaan," kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Kapolsek Sumbergempol AKP Nengah Suteja, Minggu (19/01) pagi.

Kejadian penganiayaan itu menurut Kapolsek, bermula saat pelapor yang diketahui bernama Mujiati (48) atau kakak dari Khoirudin sedang memasak bersama ibunya yang bernama Robingah (71) di dapur rumahnya.

"Tiba-tiba didatangi terlapor dengan membawa kayu sambil marah-marah kepada ibunya dan melakukan pemukulan," ungkap Suteja.

Tak menyangka akan mendapat bogem mentah, Robingah yang sudah berusia senja tidak dapat menghindar atau menangkis jab dari Khoirudin.

"Pukulan terlapor ini dua kali mengenai punggung ibu kandungnya yang kini berstatus korban dan mengakibatkan luka memar," tambah Suteja.

Tak cukup sampai di situ, Khoirudin yang sedang Kalap dan tidak tahu apa masalahnya itu juga melakukan pemukulan terhadap pelapor.

"Pelapor yang bernama Mujiati juga menjadi korban pemukulan sebanyak sebanyak dua kali mengenai kepala," terangnya.

Akibat pukulan yang dilayangkan Khoirudin, Mujiati mengalami luka robek dan berdarah.

Beruntung datang seorang saksi yang bernama Erwan Saputro dan berusaha melerai pertengkaran tersebut.

"Selanjutnya terlapor melarikan diri, atas kejadian itu dua korban melaporkan ke Polsek Sumbergempol dan langsung kita cari dan kita amankan pelakunya," paparnya.

Polisi yang langsung melakukan olah TKP mendapatkan sejumlah barang bukti yaitu berupa satu potong kayu, satu bilah sabit dan satu bongkah batu.

Atas perbuatan yang dilakukan, Khoirudin terancam pasal pasal 351 ayat (1) KUHP tentang melakukan kekerasan terhadap orang.