Pembenahan pipa Perumda Tugu Tirta Kota Malang  yang kembali alami kebocoran di Desa Kidal Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Pembenahan pipa Perumda Tugu Tirta Kota Malang yang kembali alami kebocoran di Desa Kidal Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Pipa PDAM Kota Malang atau kini berganti nama menjadi Perumda Tugu Tirta Kota Malang kembali pecah untuk kesekian kali. Titik lokasi pecahnya pun sama, yaitu di kawasan Desa Kidal Kecamatan Tajinan dan Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Dari data yang dihimpun, pipa bocor pertama kali terjadi pada Sabtu (11/1/2020) lalu. Saat itu, pipa bocor diketahui terjadi di kawasan Desa Kidal sejak pukul 00.15 WIB dini hari. Akibatnya, sejak saat itu air tak lagi mengalir normal hingga ke rumah pelanggan.

Pipa kembali bocor beberapa hari kemudian, tepatnya pada Senin (13/1/2020). Kali ini kebocoran berada pada titik Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang. Lokasinya pun tak berjarak terlalu jauh dari lokasi pecahnya pipa pertama.

Pipa pecah pun kemudian kembali terjadi pada Rabu (15/1/2020) di area Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang. Dalam beberapa hari terakhir, laporan terkait pecahnya pipa juga terus diumumkan PDAM Kota Malang melalui media sosialnya. 

Terakhir, pipa kembali pecah pada Senin (20/1/2020) malam sejak sekitar pukul 21.00 WIB. Titik pecah masih sama, kali ini di kawasan Desa Kidal Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang.

Kondisi yang terus berulang itu pun menuai banyak pertanyaan. Masyarakat, terutama konsumen yang terdampak berfikir jika kerusakan bisa saja dilakukan oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Sebab, kerusakan selalu berada pada titik yang sama dan tak berjauhan. Selain itu, kerusakan sering terjadi hanya beberapa saat setelah dilakukan perbaikan.

Menanggapi itu, Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang M. Nor Muhlas menegaskan, kemungkinan adanya oknum tak bertanggung jawab yang sengaja merusak pompa sangat tidak mungkin. Pasalnya, kerusakan memang terjadi lantaran ada kesalahan teknis.

"Indikasi jangan-jangan ada oknum tak bertanggung jawab yang sengaja merusak itu sama sekali tidak benar," tegas Muhlas, Selasa (21/1/2020).

Dia memastikan, jebolnya pipa lantaran berkaitan dengan teknis. Karena, kawasan pecahnya pipa tersebut merupakan kawasan yang paling rawan terjadi pecah. Pasalnya berada pada titik terendah dan membutuhkan tekanan yang amat besar. 

Hal tersebut merupakan konsekuensi sistem pengaliran yang berbasis gravitasi. "Itu memang titik yang rawan, karena berada di kawasan terendah," tambah dia.

Muhlas menyampaikan, tekanan air sejak terjadi pipa pecah terus diturunkan. Hal itu dilakukan untuk mengurangi kemungkinan pecahnya pipa yang terjadi secara berulang. 

Sayangnya, kondisi pipa yang sangat tidak memungkinkan. Meski begitu, pembenahan terus dilakukan dengan harapan air bisa kembali mengalir.

"Yang jelas memang butuh diganti yang baru. Sembari menunggu baru kami akan lakukan berbagai upaya," tambah dia.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Lookh Mahfud menyampaikan, pecahnya pipa yang terjadi secara berulang memang menimbulkan pertanyaan dari masyarakat. Namun pasca melihat langsung kondisi di lapangan, menurutnya kerusakan pipa secara teknis terjadi lantaran kekuatan yang amat besar sehingga mengakibatkan pipa pecah.

"Secara teknis itu memang karena tekanan yang berlebih. Kalau seandainya sengaja dirusak, bagaimana cara merusaknya. Pipanya sangat tebal, dan bisa pecah sepertinya jika digilas dengan kendaraan besar," terangnya.

Meski begitu, ia mendorong agar Perumda Tugu Tirta Kota Malang terus melakukan upaya dalam jangka pendek dan panjang. Karena kondisi krisis air yang terjadi lebih dari satu pekan ini sangat meresahkan masyarakat. Setidaknya ada 30 ribu pelanggan yang harus gigit jari lantaran tak mendapat pasokan air bersih.

Pecahnya pipa transmisi di kawasan Kecamatan Tumpang dan Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang ini berdampak pada sekitar 30 ribu pelanggan. Sementara hingga Senin (20/1/2020) kemarin, setidaknya tinggal enam ribu lebih pelanggan yang belum teraliri air bersih sama sekali. Mereka selama ini hanya mengandalkan untuk mendapat pasokan air bersih melalui tandon air dan terminal air.

Sementara pada Selasa (21/1/2020) ini, Perumda Tugu Tirta berjanji memasang pompa yang diperuntukkan bagi warga terdampak yang sama sekali belum teraliri air sejak insiden tersebut terjadi. 

Salah satu pompa dipasang di kawasan perumahan BTU, karena perumahan tersebut berada paling tinggi. Selambat-lambatnya, air diperkirakan sudah mengalir dengan debit terbatas ke rumah warga pada Kamis (23/1/2020) mendatang.