Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas (tengah baju putih) bersama rombongan Komisi B DPRD Kota Malang saat meninjau lokasi tandon air di kawasan Buring bawah. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas (tengah baju putih) bersama rombongan Komisi B DPRD Kota Malang saat meninjau lokasi tandon air di kawasan Buring bawah. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Keluhan-keluhan dari warga terdampak akibat jebolnya pipa jaringan PDAM atau Perumda Tugu Tirta Kota Malang masih terus berlanjut. Kejadian jebolnya pipa di wilayah Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang masih memunculkan dampak krisis air di beberapa wilayah.

Salah satu yang hingga kini masih kesulitan akses air bersih yakni, di kawasan Perumahan Bulan Terang Utama (BTU) di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang.

Upaya penyelesaian terus dilakukan Perumda Tugu Tirta Kota Malang untuk suplai air bersih ke warga terdampak. Hingga saat ini, pihaknya bahkan telah menyiapkan upaya lain yakni, dengan melakukan rekayasa hidrolik.

Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas menyatakan rekayasa hidrolik tersebut dilakukan untuk mengurangi beban tekanan air pada pipa agar tidak pecah kembali. Hal itu dilakukan sembari menunggu pembangunan pipa yang baru.

"Dengan rekayasa hidrolika, rekayasa teknis insya Alloh itu kita bypass ke Buring bawah, sehingga tekanan dari 12 PN (presure nominal) bisa kita kurangi jadi tekanan yg lebih rendah lagi. Dan ini kalau sampai pada pembangunan pipa yang baru maka urusan kebutuhan layanan masyarakat sementara bisa tercover," ungkapnya, usai mendampingi Komisi B DPRD Kota Malang ke kawasan Tandon Buring, di Kedungkandang, Selasa (21/1).

Namun, pengerjaan itu berproses. Pihaknya memerlukan pompa yang direncanakan telah sampai dan siap untuk dilakukan pemasangan siang ini. Kalau, tidak menemui kendala maka proses pengoperasian bisa dijalankan dalam waktu satu atau dua hari ke depan.

"Sudah kita siapkan pompanya, hari ini kita setting. Saya perintahkan pada anak buah saya, untuk bagaimana ini segera bisa direalisasi. Kalau cepat, insya Alloh paling lambat itu kamis sudah selesai," imbuhnya.

Kapasitas kekuatan pompa air tersebut nantinya mencapai 15 liter, di mana hal itu diperkirakan akan mampu mengatasi permasalahan air di wilayah Perumahan BTU. Selain untuk menjangkau di wilayah tersebut, nantinya pompa juga akan di pasang di wilayah Tlogomas.

"Kapasitas 15 liter, sudah bisa untuk mengatasi satu perumahan itu. Yang pasti, saya akan melakukan penyelesaian secara bertahap, step by step ya. Semuanya berproses. Nanti tahap selanjutnya pompa akan dipasang juga di Tlogomas," imbuhnya.

Selain itu, Perumda Tugu Tirta Kota Malang juga telah melakukan upaya untuk menyuplai kebutuhan air bersih di wilayah lainnya dengan revitalisasi Sumber Air Wendit. Ada penambahan 120 liter dari pompa yang bisa mengatasi beberapa daerah terdampak.

"Kan ada tambahan 120 liter dari pompa yang kita revitalisasi di Wendit itu bisa mengcover untuk beberapa yang masih terdampak. Sambil menunggu perbaikan pipa selesai ya," jelasnya.

Sedangkan, terkait keluhan warga perihal suplai dari tangki air portable yang tidak bisa maksimal, Muhlas mengatakan untuk dijadikan maklum. Karena, proses penyaluran air juga dibagi dengan wilayah lainnya. Sehingga, kebutuhan layanan air bersih masih belum bisa maksimal.

"Mohon maaf kita kan keadaan tidak normal ya, jadi kami tidak bisa melayani seideal seperti kondisi normal. Pasti ya memang suasana ini musibah, ya force mayer. Dibagi juga, kan yang lain juga perlu," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono menyampaikan dengan upaya terbaru yang bakal dilakukan Perumda Tugu Tirta itu nantinya warga terdampak tidak memerlukan tangki air portable. Sehingga, akses air bersih bisa berjalan dengan mudah tanpa merepotkan warga mengangkut air.

"Kan ini ada upaya men-switch ya, artinya ini kita mau coba sumur itu. Kalau ini sesuai dan bisa, yang atas ini akan teraliri dari bawah dipompakan dari bawah ke sini (wilayah Buring Atas). Kalau itu bisa solusinya, mungkin nanti tidak perlu pakai tangki-tangki itu," terangnya.