Bupati Malang Sanusi (kanan) Direktur Perumda Syamsul Hadi (tengah)(Foto: Dd Nana/MalangTIMES)
Bupati Malang Sanusi (kanan) Direktur Perumda Syamsul Hadi (tengah)(Foto: Dd Nana/MalangTIMES)

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang telah berganti nama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, bersiap untuk menaikkan tarif air bersih bagi pelanggan.
Rencana kenaikan ini akan diberlakukan per 1 Februari 2020 datang dengan kisaran Rp 2.500 hingga Rp 7.500 dari harga lama.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang Syamsul Hadi kepada media. "Ada penyesuaian harga untuk pelanggan air bersih di Kabupaten Malang. Rencana ini berlaku per 1 Februari depan di seluruh golongan. Kecuali, pelanggan yang masuk golongan rumah tangga A1 (masyarakat berpenghasilan rendah, red)," ucapnya, Kamis (23/1/2020).

Syamsul melanjutkan, kenaikan tarif jasa administrasi air bersih dalam upaya meningkatkan pelayanan Perumda Tirta Kanjuruhan kepada masyarakat.

"Kenaikan tarif ini untuk meningkatkan pelayanan dan kepuasan konsumen pada nantinya. Selain juga untuk penambahan pelayanan sambungan rumah (SR) ke masyarakat yang belum menikmati layanan," ujarnya.

Seperti diketahui, sejak tahun 2018 lalu, pelanggan Perumda Tirta Kanjuruhan mencapai 120 ribu SR. Naik di tahun 2019 menjadi 125.689 SR dan ditarget di tahun 2020 ini ada penambahan sebanyak 6 ribu pelanggan. 4 ribu SR direncanakan untuk golongan MBR, sisanya bagi pelanggan konvensional.

Selain hal itu, 2020 juga direncanakan adanya penambahan debit air bagi pelanggan di beberapa wilayah. Sehingga membuat layanan air bersih pun semakin maksimal ke depannya. 

Hal ini dibenarkan oleh Direktur Umum Perumda Tirta Kanjuruhan Tutik Widjawati yang mengatakan, di tahun 2020 memang akan dilakukan optimalisasi sumber-sumber dalam upaya meningkatkan debit airnya.

Misalnya, di wilayah Ngembul sebanyak 30 liter/detik, Sumberoto 5 liter/detik, Randuagung 20 liter/detik, Kanigoro 15 liter/detik.

"Jadi kenaikan tarif memang untuk meningkatkan pelayanan kita kepada masyarakat juga. Di sisi perusahaan kita juga terus mengendalikan kehilangan air," ucap Tutik.

Tingkat kehilangan air menjadi vital bagi Perumda Tirta Kanjuruhan secara keuangan maupun pelayanan bagi pelanggan. Tercatat sejak tahun 2018 lalu, kehilangan air mencapai sekitar 21,33 persen. Turun di akhir tahun 2019 menjadi 20,8 persen. 

"Target 2020 kehilangan air kita patok di angka 20,3 persen," ujarnya.

Beberapa layanan itulah yang membuat tarif air bersih pelanggan baik per 1 Februari 2020 datang. Dimana, Perumda Tirta Kanjuruhan menegaskan, kenaikan itu tak akan memberatkan pelanggan dikarenakan adanya optimasi pelayanan yang mengiringinya.

Berikut perubahan tarif Perumda Tirta Kanjuruhan :
1. Sosial Umum dan Khusus dari Rp 7.000,- menjadi Rp 10.000,-
2. Rumah Tangga A2 dari Rp 10.000,- menjadi Rp 12.500,-
3. Rumah Tangga A3 dari Rp 10.000,- menjadi Rp 12.500,-
4. Rumah Tangga A4 dari Rp 10.000,- menjadi Rp 12.500,-
5. Rumah Tangga A5 dari Rp 10.000,- menjadi Rp 12.500,-
6. Instansi Pemerintah/TNI/Polri dari Rp 10.000,- menjadi Rp 17.500,-
7. Niaga Kecil dari Rp 12.500,- menjadi Rp 17.500,-
8. Niaga Besar dari Rp 12.500,- menjadi Rp 20.000,-
9. Industri Kecil dari Rp 15.000,- menjadi Rp 25.000,-
10. Industri Besar dari Rp 15.000,- menjadi Rp 40.000,-