Ilustrasi virus corona. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi virus corona. (Foto: Istimewa)

Virus corona atau coronavirus n-CoV novel yang menyerang warga di Wuhan China masih menjadi perbincangan publik. Pasalnya, sejak menyeruak di akhir Desember 2019 lalu, virus ini telah menyebar ke 13 negara lain, seperti Korea, Jepang, Amerika Serikat, Singapura, Hongkong, Thailand, Taiwan, Vietnam dan yang lainnya.

Kewaspadaan akan menyebarnya virus ini juga dilakukan di Indonesia. Semua akses transportasi wisatawan dilakukan screening dengan menyediakan thermal scanner atau alat pendeteksi tubuh. Fungsinya, untuk mengukur suhu tubuh seseorang mengantisipasi gejala virus corona.

Di Kota Malang, hal itu sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menyebut hal itu sebagai salah satu bentuk kewaspadaan mengantisipasi keadaan tubuh seseorang. Meski tidak tengah bepergian, tetapi masyarakat Kota Malang juga diminta waspada.

Lalu, seperti apa gejala dari Virus Corona itu?

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan gejala yang dimunculkan dari virus tersebut tak berbeda jauh dari penyakit Pneumonia. Namun, yang menjadi kewaspadaan ketika suhu tubuh seseorang mencapai 38 derajat ke atas.

"Gejalanya ada demamnya, batuk, pilek, panas (suhu tubuh yang tinggi), sesak napas. Ketika terindikasi dengan panas yang tinggi hingga 38 derajat lebih, itu yang patut diwaspadai," ungkapnya.

Orang yang terinfeksi 2019-nCoV harus mendapatkan perawatan secara intensif untuk membantu meringankan gejala virus corona. Pihaknya mengharapkan, apabila menemui gejala-gejala penyakit tersebut untuk segera memeriksakan ke layanan kesehatan di Kota Malang. Baik itu Puskesmas, klinik dan rumah sakit. 

"Nah, kalau mengalami gejala-gejala itu segera saja masyarakat bisa memeriksakan ke layanan kesehatan yang ada. Puskesmas bisa, posko kesehatan, klinik, dan rumah sakit juga ada," jelasnya.

Diketahui, untuk pasien yang terinfeksi corona virus akan menderita penyakit pernapasan ringan hingga berat. Gejalanya biasanya akan muncul dalam 2 hingga 14 hari setelah terpapar virus corona. Hingga saat ini, belum ada pengobatan atau vaksin yang direkomendasikan untuk mengatasi virus corona.