Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Virus Corona selama beberapa hari terakhir masih menjadi perhatian serius masyarakat dunia. Di Indonesia sendiri, informasi berkaitan dengan Virus Corona banyak diperbincangkan. Bahkan, baru-baru ini tersiar kabar jika beberapa kota tanpa kecuali Kota Malang terdeteksi ada pasien suspect Virus Corona atau gejala terjangkit penyakit yang menggembarkan dunia belakangan ini tersebut.

Kabar tersebut tersiar begitu cepat di media sosial dan media pesan singkat WhatsApp. Alhasil, banyak yang merasa panik dan khawatir dengan kebenaran kabar tersebut. Terlebih, penyebaran Virus Corona yang diyakini berasal dari Wuhan City, China tersebut sangat cepat.

Menanggapi informasi terdebut, Humas RSSA Malang, Rusyandini Perdana Putri mengaskan jika pasien yang ramai diperbincangkan tersebut negatif dan tidak memenuhi kriteria suspect corona. 

Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaa yang telah dilakukan tim dokter RSSA Malang.

Sebelumnya, seorang pria berusia 39 tahun memang dirujuk klinik Budi Malang dengan pasien Suspek Pneumia Corona Virus. "Tapi dari hasil pemeriksaan dokter, pasien tersebut tidak memenuhi kriteria pasien suspect corona," tegasnya.

Dia menjelaskan, dalam riwayat pasien disebut jika yang bersangkutan pada 24 Januari 2020 ditugaskan ke Hongkong. Namun saat itu yang bersangkutan direject oleh pihak otoritas Bandara Hongkong. Selanjutnya yang bersangkutan kembali ke Indonesia pada 25 Januari 2020 sekitar pukul 16.00 WIB. Kemudian pada Senin (26/1/2020) siang pasien batuk dan mengeluarkan dahak.

"Tadi pagi, Selasa (28/1/2020) pasien ke klinik di Malang dan dirujuk ke RSSA. Setelah diperiksa Tim Corona RSSA didapatkan kondisi sadar baik dengan nafas 20 kali per menit. Tensi 130/ 90 temperatur 38, nadi 100 kali per menit," jelas Dini.

Dini juga menegaskan jika pasoen tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien Corona atau pun petugas kesehatan daerah endemis. Sehingga pasien langsung dinyatakan tidak memenuhi kriteria suspect corona.