Direktur UBTV Dr Riyanto MHum (pegang mic) saat menjelaskan Brawijaya Television Awards 2020. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Direktur UBTV Dr Riyanto MHum (pegang mic) saat menjelaskan Brawijaya Television Awards 2020. (Foto: Ima/MalangTIMES)

Televisi komunitas milik Universitas Brawijaya (UB), UBTV sedang menyiapkan diri menuju TV Nasional. Sebagai TV Nasional, nantinya UBTV akan fokus di bidang pendidikan. 

UBTV sendiri saat ini sudah ditetapkan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI sebagai centernya TV kampus.

"Selama ini kita tidak memiliki yang spesial TV untuk dominasi terhadap pendidikan. Dan saya sudah mengajukan kepada pemerintah bahwa ke depan UBTV itu hendaknya bisa menjadi TV Nasional, menggantikan TV-TV nasional yang sekarang tidak ada," ujar Direktur UBTV dan Radio, Dr Riyanto MHum saat ditemui di UB Guest House, Rabu (29/1/2020).

Menuju TV Nasional, UBTV saat ini sedang mengurus perizinan sambil menyiapkan infrastruktur.

"Sedang berjalan perizinan. Insya Allah 2020 akhir kita sudah bisa komersial. Dari situ nanti terbentuk nasional akan kita usahakan karena infrastruktur yang kita siapkan banyak. Tidak langsung nasional, kita dari Malang nanti untuk regional Jawa timur. Jadi bertahap," paparnya

Sementara perkara konten nanti akan dinegosiasikan selanjutnya. Namun Riyanto menegaskan, kontennya adalah konten pendidikan. Meski begitu, nilai budaya masyarakat juga tidak ditinggalkan.

Jam siar untuk konten pendidikan di UBTV sekarang sekitar 80 persen, sisanya hiburan yang mengandung nilai budaya masyarakat.

Saat ini, status UBTV sendiri adalah TV Nonkomersial. Pergantian status menjadi TV Nasional menunggu status UB menjadi PTN BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum).

Menuju status TV Nasional ini, maka UBTV melakukan rebranding. Salah satunya dengan memberi ruang pada ide-ide para milenial. Dengan begitu, maka untuk sementara waktu, acara-acara seperti wayang, ludrukan, dan ketoprak dihentikan.

"Kita melihat bahwa mahasiswa di Indonesia sekarang cara berpikirnya sangat cepat sehingga saya harus bisa toleransi dengan mereka. Bahwa memang kita akui mereka cepat, maka acara-acara saya acara-acara lambat seperti pemain wayang orang, ludrukan, ketoprak, saya hentikan sementara untuk melayani anak-anak yang memang dia punya ide-ide yang besar," bebernya.

Tidak hanya itu, UBTV juga mengadakan kompetisi video pendek "Journey of Life" dan re-design logo UBTV dalam rangka Brawijaya Television Awards 2020.

"UBTV selalu akan berubah, tapi berubahnya tenang sesuai dengan kehidupan kita. Maka tentu logo akan berhubungan langsung dengan perubahan konten-konten itu," kata Riyanto.

Dalam lomba-lomba ini, UBTV juga bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Malang agar pelajar dan mahasiswa di Indonesia dapat mengeksplorasi pariwisata dan kebudayaan yang ada di Kabupaten Malang.

"Kami memang menjadi salah satu yang men-support karena memang saya lihat setiap tahun kan jumlah mahasiswa UB sekitar 14 ribu. Ini bagi saya kan potensi," ucap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Malang Dr Made Arya Wedhantara SH MSi.

Made memang bekerja sama dengan banyak kampus di Malang lantaran potensi besar melihat banyaknya mahasiswa di Malang yang setiap tahunnya bisa mencapai 50 ribu orang.

"Sehingga kenapa saya selalu aktif untuk melakukan kerjasama dengan kampus-kampus atau bila ada event yang menurut kami ini menarik," tandasnya.