Suasana Pelantikan pengurus baru Ormawa Unikama yang dipimpin langsung Rektor Unikama Dr. Pieter Sahertian. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Suasana Pelantikan pengurus baru Ormawa Unikama yang dipimpin langsung Rektor Unikama Dr. Pieter Sahertian. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

Kepengurusan 44  Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), Kamis, (30/1/2020) resmi berganti. Para pengurus organisasi baru tersebut dilantik langsung oleh Rektor Unikama Dr Pieter Sahertian.

Mulai unit Ormawa macam Lembaga Tinggi Mahasiswa (LTM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Senat Mahasiswa Fakultas (SMF), hingga Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) dilantik untuk kepengurusan periode 2019 hingga 2020.

44 Ormawa tersebut di antaranya seperti Mahkamah Mahasiswa (MM), Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) , Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), UKM Himpis, UKM Himpa,UKM KSR-PMI, UKM Olahraga, UKM Pramuka, UKM HMJF, UKM Menwa, UKM Al Farobi, UMK PWK, UKM, PMK, UKM Garank, UKM Parama, UKM Penalaran, UKM Karate, UKM Himahidha, UKM PSHT dan UKM Taekwondo.

Selain itu, adalagi organisasi lain seperti SMF Ilmu Pendidikan, SMF Bahasa & Sastra, SMF Sains & Teknologi, SMF Ekonomika & Bisnis, SMF Hukum dan SMF Peternakan. Kemudian Ormawa HMPS BK, HMPS Pendidikan Ekonomi, HMPS PPKN, HMPS Pendidikan Geografi, HMPS Pendidikan Fisika, HMPS Pendidikan Sastrasia, HMPS Matematika, HMPS Pendidikan Bahasa Inggris, HMPS PGSD, HMPS Paud, HMPS Sastra Inggris, HMPS Teknik Informatika, HMPS Akuntansi, HMPS Manajemen dan HMPS Sistem Informasi

"Jadi mereka harus menggerakkan struktur kemahasiswaan masing-masing ke depan. Anak-anak ini kan mengemban kepercayaan dari teman-temannya di kampus, mereka harus bisa jadi pengurus yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," papar Ayu Asmah MPd, Penanggung Jawab Acara Pelantikan Pengurus Organisasi Kemahasiswaan 2019/2020

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika para pengurus baru nantinya diharapkan bisa memiliki sebuah visi maupun misi untuk bisa memberi kontribusi positif bagi berbagai pihak. Sehingga visi dan misi yang mereka bentuk, tidak hanya berwujud sebuah tulisan semata, tetapi juga benar-benar terealisasi dalam program kerja (proker) yang nyata.

"Harus, direalisasikan prokernya  Jangan hanya proposal-proposalnya bagus, tapi tidak jalan dalam bentuk program nyata," jelasnya.

Kemudian dijelaskannya, setelah pelantikan, 44 pengurus baru tersebut juga kembali digembleng agar mampu memanajemen organisasi dengan baik lewat kegiatan Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKKM-TD). Selain itu, LKKM-TD tersebut tentunya juga untuk membuat para pengurus mampu untuk membuat sebuah program kerja yang benar-benar sesuai dengan visi misi maupun dengan kondisi kampus.

"Jadi mereka nanti bisa membuat program kerja dan disampaikan ke kita. Kita acc atau tidak, kita beri masukan dari sana," pungkasnya.