Kondisi rumah warga Mergosono Gang 5 yang hancur terkena longsoran tembok plengsengan. (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kondisi rumah warga Mergosono Gang 5 yang hancur terkena longsoran tembok plengsengan. (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Kamis (30/1/2020) malam, Pardi (55) pemilik rumah di kawasan Mergosono Gang 5, RT 15 RW 3, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, begitu terhentak kaget saat tengah bersantai ruang belakang rumahnya.

Sekitar pukul 19.00 wib, suara gemuruh keras dari samping depan rumahnya membuatnya terbangun. Pasalnya usai hujan deras, suara sungai biasanya tidak bergemuruh keras. 

Lantas, ia menuju dapur rumahnya dan melihat sebuah tembok plengsengan penahan rumah milik tetangga Pardi telah roboh menimpa atap dapur rumahnya.

Kondisi plengsengan sendiri masih cukup rawan ambrol kembali di beberapa bagian. Bahkan longsornya plengsengan tersebut juga merusak bagian belakang dan halaman samping dari tetangga Pardi.

Lokasi rumah Pardi sendiri cukup sulit dijangkau karena jauh dari jalan raya. Letaknya berada di lereng dekat dengan aliran sungai. Ditemui di kediamannya, Pardi nampak tengah menyesalkan bencana longsor yang terjadi.

Pardi kemudian menceritakan dan mengajak melihat kondisi longsor yang menimpa rumahnya.

"Jam 19.00 WIB longsornya. Saya pas di belakang. Saya dengar suara gemuruh, saya lihat sudah longsor menimpa atap dapur dan juga beberapa perabot di dapur," jelasnya.

Dia menjelaskan, longsor yang terjadi menurutnya disebabkan karena adanya kebocoran pada saluran drainase yang terletak di samping depan rumahnya. Saluran drainase tersebut merupakan pintu buang air utama dari kawasan Mergosono Gang 5 bagian atas.

"Mungkin karena habis hujan deras, retak-retak, air merembes terus plengsengannya tidak kuat menahan beban dan akhirnya longsor itu," paparnya.

Akibat kejadian tersebut, Pardi yang nampak pasrah memperkirakan kerugian yang dialami mencapai Rp 1 juta lebih. Meskipun tergolong kecil, tetapi ia berharap terdapat bantuan dari pihak terkait untuk bisa melakukan perbaikan rumahnya.

"Ya itu, atap rusak, sama beberapa perabotan lain. Kalau kompor sama tabung gas sebelumnya sudah saya pindah, karena merasa akan longsor," bebernya.

Warga lainnya, yakni Bambang, menjelaskan, jika informasi yang beredar, bahwa pada bulan 4 atau April mendatang, saluran drainase tersebut akan segera diperbaiki oleh pihak kelurahan. Namun untuk kepastian tersebut pihaknya belum mengetahui pasti.

"Kabarnya begitu, tapi belum tahu juga pastinya. Tapi saya berharap bisa ada perhatian dari pihak terkait, apalagi bagi warga yang rumahnya dekat pinggiran sungai," pungkasnya.