Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menanam bibit pohon di area Perhutani Kawasan Penangkaran Kuda Megastar, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Jumat (31/1/2020).
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menanam bibit pohon di area Perhutani Kawasan Penangkaran Kuda Megastar, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Jumat (31/1/2020).

Upaya mengembalikan hutan yang terbakar rupanya terus diupayakan oleh Pemkot Batu. Kali ini bersama dengan Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Malang menanam pohon di area Perhutani Kawasan Penangkaran Kuda Megastar, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Jumat (31/1/2020).

Totalnya ada kurang lebih 3 ribu bibit pohon yang ditanam di sana. Dengan beragam bibit pohon mulai dari seribu bibit pohon cemara, 800 bibit pohon buah alpukat.

Kemudian 700 bibit pohon matoa, 500 bibit pohon buah kesemek, 500 bibit pohon buah sirsak, dan 50 bibit pohon buah nangka, cemara, dan durian. Lalu biji mahoni 10 kilogram, trembesi 10 kilogram, dan laliandra 10 kilogram. Ditanamnya pohon itu sebagai upaya melestarikan Sumber Daya Alam di kawasan lereng hutan Panderman.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, penanaman pohon terus dilakukan karena sudah memasuki musim hujan, sehingga waktunya untuk menanam pohon di area yang telah terbakar. “Karena mulai memasuki musim hujan, mari kita tanam pohon untuk menggantikan pohon yang terbakar. Melihat beberapa saat lalu Gunung Panderman kebakaran,” ucapnya. 

“Kami ingin menjaga kelestarian alam di Kota Batu. Karena bukan tempat wisatanya yang dijual, tapi kondisi sejuk, udara sehat, air jernih dan bersih yang akan kami jual kepada wisatawan, sehingga perlu dijaga alamnya,” imbuh Dewanti.

Ia pun berharap dengan penanaman pohon itu bisa subur kemudian bisa mengurangi erosi dan penahan air di tanah. Supaya Kota Batu tetap terjaga kelestariannya dan sejuk.