Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), Edy Murtono. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), Edy Murtono. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Pemerintah Kota (Pemkot) Batu alam memperketat kontrol terhadap wajib pajak (WP) daerah. Pasalnya, pada 2020 ini target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak naik menjadi Rp 167 miliar.

Target tersebut ditetapkan karena pendapatan pajak di Kota Batu mampu melampaui target yang ditetapkan pada 2019 lalu. Dari target pajak Rp 130 miliar, realisasinya mencapai Rp 160 miliar atau melampaui target Rp 30 miliar.

Rinciannya, pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), dari target Rp 18 miliar terealisasi Rp 33 miliar. Lalu pajak hotel dari target Rp 28 miliar terealisasi Rp 33 miliar. Dan target pajak hiburan sebesar Rp 30 miliar dengan realisasi Rp 32 miliar.

“Tentunya ini merupakan pencapaian yang baik karena bisa melebihi dari target. Sumber pajak lainnya juga dari pajak hotel, pajak hiburan, dan restoran,” ungkap Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Batu Edy Murtono. 

Faktor pendukung untuk pencapaian itu adalah banyak potensi pajak yang bisa digali di Kota Batu. Di antaranya pajak hotel, restoran, reklame, parkir, dan air tanah. Selain itu, adanya peluang cukup besar penggalian potensi daerah.

Karena itu pada tahun 2020 ini, Pemkot Batu menargetkan pendapatan pajak sebesar Rp 167 miliar. Jika dibanding tahun sebelumnya ada kenaikan mencapai Rp 37 miliar. 

Edy mengatakan, meningkatnya target pajak itu diikuti target Pendapatan Asli Daerah menjadi Rp 207 miliar. Pada tahun 2019, PAD Kota Batu ditarget Rp 160 miliar dengan realisasi Rp 184 miliar.

“Kenaikan target pajak dikarenakan kontrol pemerintah terhadap wajib pajak semakin ketat,” tutupnya.