Ilustrasi pencopetan HP. (doc MalangTIMES)
Ilustrasi pencopetan HP. (doc MalangTIMES)

Nasib sial menghampiri Surya Fita Giresa (19). Gadis asal  Kota Batu ini menelan kerugian Rp 2,4 juta setelah makan di warung.

Ceritanya, usai makan di warung di kawasan Lowokwaru, Kota Malang, Fita  kembali ke kosnya  di Jalan Kertorejo,  Lowokwaru. Dia berjalan bersama temannya pulang ke tempat kos yang tak tak jauh dari warung. 

Saat pulang itulah, di tengah gang, Fita berpapasan dengan seorang pria. Tindak-tanduk pria itu wajar saja sebagaimana pejalan kaki yang sedang melintas.

Tak lama setelah berpapasan dengan pria tadi, Fita merasa  tas ransel miliknya semakin  ringan. Dari situ, korban merasa curiga dengan kondisi tas ransel yang ia bawa.

Ternyata benar saja. Ketika  mengecek bagian depan tas ransel miliknya, HP seharga sekitar Rp 2,4 juta  yang ia letakkan di bagian depan telah raib. 

Sampai di situ, Fita masih belum merasa curiga menjadi korban pencopetan. Dia mengira HP-nya tertinggal di warung makan. Makanya, dia kembali ke warung untuk mencari HP. Namun, hasilnya nihil.

Setelah itu, Fita mulai sadar telah menjadi korban pencopetan. Dia menduga pencopetnya adalah  pria yang sempat berpapasan dengannya di gang. "Masih diselidiki oleh petugas," jelas Kasubag Humas Polresta Malang Kota Iptu Ni Made Seruni Marhaeni.

Dalam kesempatan tersebut, Marhaeni juga kembali mengimbau  agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian "Kami imbau untuk lebih berhati-hati. Tingkatkan kewaspadaan. Sebisa-bisanya jangan teledor. Jangan beri kesempatan bagi pelaku kejahatan beraksi dan segera lapor jika menemukan hal-hal mencurigakan," pungkasnya.