Petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan api. (Foto: PPBK Kabupaten Malang for MalangTIMES)
Petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan api. (Foto: PPBK Kabupaten Malang for MalangTIMES)

Jaringan listrik yang tidak aman lagi-lagi makan  korban. Kali ini, dua rumah warga yang tinggal di kawasan Dusun Watu Dakon, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang ludes terbakar. 

Kejadian kebakaran tersebut berlangsung Selasa (4/2/2020) malam. Kepala Seksi PPBK (Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran) Kabupaten Malang Agus Suyanto menjelaskan, kebakaran yang terjadi di rumah milik Harto tersebut diduga karena dipicu adanya korsleting listrik.

”Kasusnya masih ditangani pihak kepolisian, tidak ada korban jiwa atas insiden ini. Hanya saja kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah,” kata Agus.

Peristiwa kebakaran yang terjadi di rumah korban ini, lanjut Agus, diperkirakan terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu, kepulan asap hitam pekat sudah keluar dari sela rumah korban.

Mengetahui rumahnya terbakar, Harto dan penghuni rumah lainnya bergegas menyelamatkan diri. Di sisi lain, perangkat desa dan petugas gabungan dari kepolisian dan PMK Kabupaten Malang yang mendapat laporan adanya kebakaran, langsung diterjunkan ke lokasi kejadian guna melakukan upaya pemadaman.

”Api tidak sampai merembet ke rumah warga, dua unit mobil pemadam yang kami kerahkan ke lokasi kejadian baru bisa memadamkan api sekitar 30 menit pasca kebakaran terjadi,” ungkap Agus.

Seperti yang sudah diberitakan, sekitar 4 jam sebelum menghanguskan rumah pria 60 tahun tersebut. Kebakaran juga sempat terjadi di wilayah Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Tepatnya sekitar pukul 17.30 WIB, televisi yang ada di rumah M Arif, warga setempat, diduga mengalami korsleting listrik sebelum akhirnya membakar bangunan serta beberapa perabotan rumah tangga.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dari PMK Kabupaten Malang, serta satu unit mobil pemadam kebakaran dari PG Kerebet baru bisa memadamkan kebakaran sekitar 1 jam pasca insiden terjadi.

”Tidak ada korban jiwa, selain satu bangunan rumah beberapa perabotan elektronik milik korban juga turut terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp 40 juta,” ujar Agus kepada wartawan.