Kondisi lalu lintas di kawasan Soekarno Hatta Kota Malang. (Dokumentasi MalangTIMES).
Kondisi lalu lintas di kawasan Soekarno Hatta Kota Malang. (Dokumentasi MalangTIMES).

Rekayasa lalu lintas di kawasan Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat) masih menua pro dan kontra. Ada yang menilai jika rekayasa tersebut tepat sasaran, tetapi lebih banyak warga yang menilai jika rekayasa tersebut tak seharusnya dilakukan. 

Efek rekayasa tersebut, kemacetan justru menambah kemacetan di jam-jam tertentu. Pasalnya, arus dua jalur yakni dari arah Dinoyo dan Betek menjadi satu masuk ke Jembatan Suhat dalam waktu bersamaan. 

Hal ini ditambah lagi dengan tambahan volume kendaraan di depan Polinema akibat ada satu jalur U-turn atau putar balik dari arah utara menuju jembatan. Sehingga dua sisi jalan juga mengalami perlambatan laju kendaraan yang menyebabkan penumpukan.

Selain itu, pengendara mesti memutar cukup jauh di depan Taman Krida Budaya Jatim. Untuk memutar pun, kendaraan harus kembali mengantre. Lantaran, U-turn yang tersedia hanya cukup untuk satu mobil dan motor.

Atas kondisi itu, sebagian pengendara menyarankan untuk membuka jalur Universitas Brawijaya (UB) sebagai jalan umum. Namun Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto menyampaikan, usulan untuk membuka kampus UB sebagai jalan umum masih harus dikaji kembali. 

Karena ada beberapa hal yang semestinya dibahas dengan berbagai pihak untuk menentukan kemungkinan diterapkannya jalur dalam kampus sebagai jalan umum. "Harus ada kajiannya dulu, saya belum bisa beri statemen banyak," katanya.

Dia menyampaikan, sejauh ini belum ada wacana yang mengarah pada pembukaan kawasan UB sebagai jalan umum. Selain itu, saat ini juga masih terus dilakukan rekayasa lalu lintas untuk mencari cara yang tepat dalam mengurai kemacetan di kawasan Suhat dan sekitarnya. Salah satunya melalui rekayasa lalin yang saat ini masih berjalan.

Wasto menyampaikan, hasil evaluasi rekayasa lalin yang sedang berjalan tersebut akan segera disampaikan. Karena rekayasa tersebut melibatkan unsur forum lalu lintas yang dipastikan memahami secara mendetail kondisi lalu lintas.

"Kami akan menunggu dan mendengarkan forum lalin. Termasuk untuk usulan one way di Betek atau kawasan UIN seperti dulu. Karena di sana belum dilakukan kajian ulang," tambah Wasto.

Sebelumnya, proses rekayasa lalin dilakukan di kawasan Suhat sejak Senin (3/2/2020) kemarin. Dalam rekayasa yang mulai dijalankan tersebut, pengendara yang mengarah dari arah Dinoyo tidak diperkenankan untuk lurus menuju Betek atau Jalan Mayjend Panjaitan. Melainkan harus belok kiri dan putar balik melalui U-turn yang disediakan. 

U-turn atau putar balik pun diletakkan di depan Taman Krida Budaya Jatim (TKBJ). Sementara dua U-turn yang ada di depan kampus Polinema hanya dibuka untuk kendaraan dari arah utara ke selatan dan Jalan Semanggi di tutup.