Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. (Foto: Istimewa)
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. (Foto: Istimewa)

Tahun 2020 ini, pembelajaran dan pergaulan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menggunakan tiga  bahasa. Yakni bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris. 

Penerapan tiga bahasa ini tak hanya berlaku untuk dosen dan mahasiswa, tetapi juga seluruh warga kampus. Termasuk para karyawan atau pegawai dalam memberikan pelayanan.

Maka untuk meningkatkan excellent service di kampus ini, UIN Malang memberikan kursus bahasa Arab dan bahasa Inggris. Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg menyampaikan, dengan adanya kursus ini, dia berharap para karyawan bisa melayani dengan bahasa internasional.

"Pegawai di UIN Malang diberi kursus bahasa Arab dan bahasa Inggris. Jadi, ini tidak menjadi beban bagi warga UIN. Tetapi kami harapkan mereka bisa melayani dengan bahasa internasional, yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris," katanya.

Program baru awal 2020 ini dikelola langsung oleh Program Khusus Pengembangan Bahasa Arab (PKPBA) dan Program Khusus Pengembangan Bahasa Inggris (PKPBI) di bawah naungan Pusat Pengembangan Bahasa (PPB). Kursus mingguan ini dipusatkan di ruang perkuliahan gedung C lantai 1.

Direktur PPB Dr M. Abdul Hamid menyatakan, pihaknya menyambut positif amanah pimpinan kampus. "Apalagi, tujuannya tak lain ialah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di kampus," ucapnya.

Dalam 60 menit tiap pertemuan, peserta akan belajar dua bahasa sekaligus. Karena itu, dua dosen secara khusus mengelola satu kelas. Waktu kursus yang dilaksanakan saat jam kerja juga menjadi pertimbangan penentuan gaya belajar. "Kami aplikasikan strategi enjoy learning agar pembelajaran tidak kaku dan tetap aplikatif," ujar pria berkacamata tersebut.

Materi yang disiapkan tim unit PPB, kata Hamid, dimulai dari materi dasar. "Kami tahu bahwa tidak semua karyawan mempunyai kemampuan dasar kedua bahasa ini," imbuhnya. Namun di setiap pertemuannya, peserta langsung diajak praktik berbicara.

Pihak PPB berharap, dengan adanya kursus ini, tidak akan lagi kendala bagi karyawan UIN Malang saat menghadapi tamu dari luar negeri. "Sehingga, kampus dapat mencapai cita-cita tinggi untuk meraih taraf internasional atau yang sering disebut world class university," timpalnya

Ketua PKPBA Danial Hilmi menambahkan, nantinya program ini tidak hanya berhenti untuk karyawan UIN Malang. Selanjutnya, pelatihan juga akan ditargetkan untuk para kepala bagian dan sub-bagian serta pimpinan. "Kami ingin agar bilingual university tidak hanya slogan, tapi juga diterapkan di kampus kita," tandasnya.