Pura Patirtan lokasi destinasi wisata yang sedang dirintis untuk menjadi wisata unggulan di Kabupaten Malang. (Foto: Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Pura Patirtan lokasi destinasi wisata yang sedang dirintis untuk menjadi wisata unggulan di Kabupaten Malang. (Foto: Ashaq Lupito / MalangTIMES)

“Hati-Hati, Badan Jalan Longsor” itulah tulisan yang terpampang pada rambu peringatan yang berjarak sekitar 1 kilometer, saat wartawan hendak berkunjung ke objek wisata religi Pura Patirtan, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Pura Patirtan merupakan salah satu situs religi di Kabupaten Malang yang menjadi tempat ibadah sekaligus wisata. Keindahannya pun, diklaim tak kalah dari Pura Ismoyo Balekambang di pantai Malang Selatan maupun Pura Tanah Kota di Bali.

Namun untuk mencapainya, pengunjung mesti bersabar. Sebab belum seluruh akses jalan menuju pura mulus, sebagian masih bebatuan atau makadam.

”Salah satu potensi yang bisa dikembangkan di Kecamatan Wagir adalah potensi wisata. Meski infrastruktur sebenarnya sudah cukup bagus, namun di sisi barat (Kecamatan Wagir) terutama akses jalan menuju objek wisata masih perlu ditingkatkan. Salah satunya menuju Pura Patirtan, jalannya masih makadam,” kata Camat Wagir, Hendra Tri Cahyono.

Sebagai informasi, tempat ibadah bagi pemeluk agama Hindu ini, memang sedang mendapat atensi khusus bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Rencananya, Pura Patirtan tersebut, bakal dijadikan objek wisata religi seperti Gunung Kawi di Kecamatan Wonosari dan Masjid Tiban di Kecamatan Turen.

”Bupati sempat berkunjung ke sini (Pura Patirtan), arahannya memang akan dijadikan objek wisata religi unggulan. Tapi sudah saya sampaikan, kalau akses infrastruktur jalan masih perlu ditingkatkan. Jika sudah begitu, tentunya bisa mempercepat akses menuju ke area Pura Patirtan,” terang Hendra.

Menurut Hendra, jauh sebelum dicanangkan sebagai calon wisata religi unggulan, Pura Patirtan mulai dikenal dan bisa dikunjungi wisatawan sejak sekitar 16 tahun yang lalu. ”Awal dibuka wisata mulai tahun 2003, sejak saat itu terus berkembang hingga saat ini,” ucapnya.

Sejak resmi dibuka sebagai objek wisata, lanjut Hendra, para pengunjung perlahan mulai banyak yang mendatangi Pure Patirtan. Mulai dari masyarakat Malang Raya, hingga luar Malang seperti Bali juga sudah banyak yang berkunjung. Kebanyakan dari wisatawan ini, datang untuk beribadah.

Maklum saja, selain berlokasi di tempat yang masih sedikit jumlah pemukiman penduduknya. Di sekitar kawasan Pure Patirtan, memang terdapat banyak pepohonan rindang yang tentunya dapat menambah kekhusyukan para umat hindu yang ingin beribadah.

”Di Pure Patirtan juga terdapat sumber air yang melimpah, kepercayaan masyarakat air tersebut dianggap sebagai air suci dan disakralkan. Banyak yang beranggapan jika air suci tersebut bisa menyembuhkan penyakit, dan mengabulkan doa,” terang Hendra.

Disisi lain, Bupati Malang HM Sanusi, mengaku jika pihaknya bakal menginstruksikan beberapa instansi terkait untuk mengupayakan apa yang diharapkan oleh warga serta Camat Wagir. Yakni perbaikan disegi infrastruktur jalan yang menuju ke Pure Patirtan.

”Kita lihat dulu sejauh mana akses jalan yang bisa dibantu Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang. Nantinya akan kita bantu perbaikan infrastruktur jalan menuju wisata Pure Patirtan,” kata Sanusi sembari mengatakan jika anggaran yang dialokasikan menunggu hasil survei yang dilakukan OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) terkait.

Menurut Sanusi, destinasi pariwisata religi dan kebudayaan, saat ini sedang digemari oleh wisatawan. Salah satu kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, mencontohkan Candi Borobudur, dan Pure di Tanah Lot, Bali sebagai salah satu bukti jika wisata religi banyak dikunjungi oleh para wisatawan.

”Nanti hasil dari survei dilapangan akan kita lakukan pengkajian, bagaimana Pure Patirtan ini bisa jadi salah satu destinasi wisata yang memberikan nuansa budaya seperti di Candi Borobudur dan Tanah lot,” ungkap Sanusi.

Orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Malang ini, berharap dengan adanya objek wisata religi di Kabupaten Malang, bisa mendongkrak status desa tertinggal khususnya bagi warga desa setempat yakni Desa Sukodadi.

”Sehingga destinasi desa tertinggal bisa jadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Malang. Harapannya Pure Patirtan bisa jadi seperti yang sudah kita punya saat ini, wisata religi Gunung Kawi, dan di Turen ada Masjid Tiban,” tutup Sanusi.