Mahasiswa Unikama yang berhasil menyabet juara 4 dalam BMC di ajang Entrepreneur Festival II yang digelar di Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP). (Foto: Istimewa)
Mahasiswa Unikama yang berhasil menyabet juara 4 dalam BMC di ajang Entrepreneur Festival II yang digelar di Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP). (Foto: Istimewa)

Torehan prestasi kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama). Lewat sebuah inovasi Startup baru, yakni aplikasi Blantix, perwakilan Unikama berhasil meraih juara 4 dari 10 finalis yang ikut dalam Busines Model Canvas (BMC) di ajang Entrepreneur Festival II yang digelar di Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP).

Aplikasi Blantix ini sendiri, dibuat oleh tiga mahasiswa yang tergabung dalam satau tim. Mahasiswa tersebut yakni, Armando Orlan Nguru dari Program Studi (Prodi) Matematika selaku Founder dari Startup Blantix, Meldiana Ayu Restanti dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dalam tim ini ia selaku CMO (Chief Marketing Officer) dan dari Prodi Sistem Informasi Ricky Ardiansyah sebagai CTO (Chief Technology Officer) yang mengatur pemrograman aplikasi dan websitenya.

“BMC sendiri biasanya dipakai oleh startup untuk melihat proyeksi apakah bisnis dari startup bisa berjalan dan menguntungkan, atau tidak sama sekali. Untuk kompetisi BMC saya dan tim membuat Startup Blantix. Ini merupakan aplikasi penjualan ternak berbasis Auction dengan bantuan Artificial Inteligent (AI),” ungkap Armando Orlan Nguru mahasiswa asal Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lebih lanjut ia menjelaskan, selain bertujuan untuk meraih juara, keikutsertaan mahasiswa Unikama ini juga sebagai upaya untuk terus mengembangkan dan memperbaiki kekurangan-kekurangan dari startup aplikasi Blantix ini.

Tentunya, dalam hal ini, saran maupun kritik dari para juri, bisa digunakan dalam pengembangan aplikasi Blantix. Pihaknya juga berharap, aplikasi ini bisa membantu meningkatkan penjualan hewan ternak para pengusaha ternak.

“Sementara ini, kekurangan dari aplikasi tersebut hanya perlu dilakukannya validasi dan uji coba. Setelah melakukan tahapan itu baru bisa digunakan secara umum oleh pengusaha ternak terutama sapi dan kambing,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Dr. Joice Soraya, SH, MH, sangat mengapresiasi dan mendukung penuh keikutsertaan para mahasiswa dalam ajang tersebut. Selain itu, ia juga berharap startup yang dikembangkan oleh mahasiswa Unikama bisa bersaing dalam skala internasional dalam platform penjualan ternak.

“Jika Blantix bisa berkembang dan digunakan pengusaha ternak, maka ini akan menjadi inspirasi dan motivasi untuk mahasiswa dan sivitas akademika Unikama untuk mulai meningkatkan kualitas mindsetnya menjadi inovatif dan praktis, sehingga bisa mewujudkan Unikama Unggul Tahun 2025,” paparnya.

Untuk mengubah mindset tersebut, para mahasiswa tentunya terus dilakukan pendampingan agar teori yang mereka pegang, bisa berubah menjadi sebuah inovasi yang bisa masuk dalam dunia bisnis yang menghasilkan.

“Untuk mengubah mindset tersebut sudah dilakukan upaya melalui komunitas dan pendampingan melalui inkubator bisnis teknologi. Selain itu, kami juga memfasilitasi melalui laboratorium dan perangkat digital untuk melebarkan jaringan secara internasional termasuk ke beberapa Digital Park dan perusahaan teknologi internasional,” tambah wanita yang akrab disapa Joice ini.

Dalam perjalanan terwujudnya aplikasi Blantix, para mahasiswa tidak sendiri. Mereka juga didampingi langsung oleh  Kepala BEC (Business Economic Center) Unikama Jacobus Wiwin Kuswinardi, S.T, S.Kom, M.Kom.

“Memang tidak mudah mendapatkan juara 4 ini, setiap harinya mereka mengikuti inkubasi secara intensif di BEC bersama startup lain untuk mendalami model bisnis digital, validasi pasar, pengembangan produk, pemasaran, membangun tim, mencetak revenue hingga mengendalikan operational cost,” pungkasnya.