Ilustrasi penganiayaan (jurnaldepok)
Ilustrasi penganiayaan (jurnaldepok)

Apes yang dialami oleh Gufron Hariyono Putra, warga Jalan Muharto, Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang ini. Kepalanya jadi korban ketika dia cekcok dengan sopir angkot yang ugal-ugalan.

Pemuda 20 tahun tersebut babak belur dan mengalami luka hingga berdarah-darah. Hal itu lantaran, korban dihajar oleh seorang pengemudi angkot dengan menggunakan kunci roda mobil tepat pada kepala korban pada 5 Februari 2020 lalu.

Kejadian tersebut berlangsung ketika Gufron berboncengan dengan temannya untuk menuju Jalan Juanda guna mengambil aquarium. Mereka melaju daru arah utara menuju selatan atau ke Jalan Juanda, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Dan saat berada di sekitar lokasi kejadian, datanglah sebuah angkot yang dikemudikan dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan.

Akibat ulah pengemudi yang ugal-ugalan tersebut, angkot itu nyaris saja menyerempet korban yang berboncengan bersama temannya saat berada di Jalan Juanda.

Dari situ, korban bersama pengemudi angkot tersebut lantas berhenti dan kemudian pengemudi angkot turun. Perdebatan pun tak terelakkan antara korban dan pelaku.

Di tengah perdebatan, tiba-tiba saja pengemudi angkot yang identitasnya belum diketahui tersebut kembali menuju belakang kemudi dan mengambil kunci roda mobil. Setelah itu, tanpa basa-basi lagi kunci roda tersebut langsung dipukulkan ke arah kepala korban.

Mendapat pukulan telak pada kepala, darah segar langsung mengucur dari luka robek di kepala korban. Selain itu, keseimbangan korban pun terganggu dan mengalami pusing yang cukup berat. Usai kejadian tersebut, korban langsung melaporkan kasus penganiayaan itu ke Polresta Malang Kota.

Kasubag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni membenarkan kejadian tersebut. Laporan korban telah diterima tak lama usai kejadian. Kejadian terjadi sekitar pukul 16.00 wib, sementara laporan korban sekitar pukul 17.27 wib. 

Petugas juga masih berupaya untuk mencari identitas pengemudi yang belum diketahui identitasnya oleh korban. "Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan," terangnya.